Wednesday, 28 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

Gugus Tugas Covid-19: Gak Ada Untungnya Manipulasi Data, Justru Merugikan!

Pemerintah tidak berkepentingan dan tidak mendapat keuntungan apa pun dengan memanipulasi data. Justru sebaliknya akan merugikan, mengacaukan kerja keras yang selama ini kita bangun bersama

Aisyah Isyana - 23/04/2020 19:45

Beritacenter.COM - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menyinggung soal data kasus virus Corona yang belakangan ramai jadi perbincangan publik. Dalam hal ini, Yuri menegaskan jika pemerintah sama sekali tak pernah memanipulasi data.

"Basis data sudah dikonfirmasi dari hasil pemeriksaan laboratorium melalui pemeriksaan antigen dengan real-time PCR. Inilah yang digunakan untuk menyusun untuk melaporkan data kasus sembuh, dan kasus meninggal COVID-19. Data inilah yang kami laporkan setiap hari," ungkap Yuri dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB, Kamis (23/4/2019).

Baca juga : 

Menurutnya, pemerintah juga mencatat jumlah orang dalam pantauan (ODP) dan pasien dalam pantauan (PDP) yang dihimpun dari tiap-tiap provinsi. Pemeritah melakukan hal itu agar dapat menentukan langkah-langka penanganan pandemi Corona kedepannya. Selain itu, hal itu juga dapat menjadi acuan pemerintah dalam mendistribusikan APD, distribusi reagen, dan jumlah relawan yang dibutuhkan ditiap-tiap wilayah.

"Namun bukan bagian dari data pelaporan ke WHO untuk menggambarkan keadaan pandemi ini di tingkat nasional maupun global," sebut Yuri.

Yuri megatakan, kasus kematian ODP atau PDP yang terkonfirmasi positif berdasarkan hasil tes antigen PCR yang dilakukan sebelum pasien meninggal, maka kematian akan dicatat sebagai kematian kasus terkonfirmasi positif. Beda halnya jika pasien belum pernah dites.

"Bila tidak terkonfirmasi positif atau negatif hasilnya atau tidak sempat diambil spesimennya maka kita tidak akan pernah mencatat ini sebagai kasus meninggal karena COVID-19," tutur Yuri.

"Pada PDP yang meninggal dan belum terkonfirmasi karena belum diambil sampelnya atau pemeriksaan belum selesai maka tata laksana pemulasaraan jenazah dan pemakaman hendaknya sudah mengantisipasi kemungkinan positif COVID-19. Ini penting untuk melindungi petugas pemulasaraan, melindungi keluarga dan petugas pemakaman," sambungnya.

Untuk itu, Yuri meminta agar semua pihak dapat memahami dengan baik penjelasan yang diberikannya. Terlebih, dia menegaskan jika pemerintah sama sekali tak mendapat untung apa pun dari memanipulasi data pasien Covid-19.

"Pemerintah tidak berkepentingan dan tidak mendapat keuntungan apa pun dengan memanipulasi data. Justru sebaliknya akan merugikan, mengacaukan kerja keras yang selama ini kita bangun bersama," tegas Yuri.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA