Tuesday, 02 Jun 2020
Temukan Kami di :
Internasional

Ilmuwan Berikan Sanggahan soal Teori Virus Covid-19 Tak Tahan Panas

Aisyah Isyana - 10/04/2020 09:40

Beritacenter.COM - Ilmuwan kembali memberikan sanggahan soal teori yang menyebutkan jika virus Corona (Covid-19) akan mati terkena cuaca panas. Dalam hal ini, Ilmuwan kembali mendorong untuk melakukan pembatasan sosial dan upaya lainnya, bukan malah bergantung pada cuaca panas.

Sebagaimana dilansir CNN, Kamis (9/4/2020), Ilmuwan itu menyuarakan bantahannya dengan menyurati Gedung Putih dan National Academy of Science (NAS) committee atau Komite Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional. Dalam surat itu, data tercampur tentang apakah virus Corona dapat menyerang dengan mudah dalam cuaca hangan, seperti halnya yang terjadi saat cuaca dingin. Namun, anggapan itu dinilai tidak terlalu penting mengingat begitu sedikit orang di dunia yang kebal terhadap virus Covid-19.

"Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa (Coronavirus) menular kurang efisien di suhu dengan kelembaban tinggi. Tapi, mengingat kurangnya imunitas secara global, pengurangan penularan ini tidak akan signifikan tanpa adanya intervensi kesehatan masyarakat secara bersamaan" bunyi surat tersebut.

Dalam surat itu, disebutkan contoh sebuah studi pandemi Corona di China, dimana pada cuaca dengan temperatur tinggi dan kondisi lembap pun virus masih tetap menyebar secara berlopat ganda. Dimana satu orang yang positif dapat menularkan ke dua orang lainnya.

"Meski kita berharap cuaca bisa memberikan kontribusi pada hilangnya virus ini, kita tak bisa menggantungkannya pada itu saja. Kita tetap harus melakukan pembatasan sosial dan upaya lainnya," Sementara itu Dr William Schaffner, spesialis Penyakit Infeksi di Pusat Kesehatan Universitas Vanderbilt yang bukan anggota NAS.

Dia menyebut cuaca panas yang dianggap dapat membunuh Corona adalah sebuah mitos. Setidaknya itulah kesimpulan sementara berdasarkan kajian sains. Namun, tak menutup kemungkinan jika kebenaran sains hari ini dapat berubah lagi di hari berikutnya. Kendati begitu, setidaknya kesimpulan jika virus Corona tidak bisa mati oleh panas sinar matahari juga disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Menjemur diri Anda di bawah matahari atau suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat Celcius tidak mencegah penyakit akibat virus Corona (COVID-19)," demikian tertulis dalam 'Myth busters' situs resmi WHO.

WHO menjelaskan, seseorang dapat terjangkit virus Covid-19 tak peduli seterik apapi dan sepanas apa pun cuacanya. Terlebih, negara-negara dengan cuaca panas telah melaporkan kasus Covid-19. Untuk itu, guna mencegah penyebaran virus Corona, masyarakat diimbau untuk memastikan tangannya bersih dengan mencuci tangan dan menghindari menyentuh mata, mulut dan hidung.

"Dari bukti sejauh ini, COVID-19 dapat menyebar di semua wilayah, termasuk wilayah dengan cuaca panas dan lembap. Terlepas dari iklim, terapkanlah langkah perlindungan di tempat Anda tinggal atau di tempat yang dilaporkan terjadi COVID-19. Cara terbaik untuk melindungi diri Anda dari COVID-19 adalah dengan membersihkan tangan Anda secara sering," kata WHO.

Disebutkan jika paparan sinar ultraviolet dari lampu UV tak akan bisa mensterilkan tangan dan kulit, malah dapat membuat kulit iritasi. Mandi air hanya juga tak dapat mencegah penularan virus Corona. Pasalnya, seberapa pun suhu air yang digunakan untuk mandi, suhu tubuh manusia normal tetap berada di kisaran 36,5-37 derajat Celcius.

Untuk diketahui, sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan rasa optimismenya soal jumlah kematian akibat virus Corona di AS belum sebanyak sekarang dan WHO juga belum menetapkan pandemi global, pada 11 Februari 2020 lalu. Trump sempat meyakini penyakit akibat SARS-CoV-2 itu akan lenyat oleh cuaca panas di bulan April.

"Virus... biasanya akan hilang di April. Panas, secara umum, membunuh virus semacam ini," kata Trump seperti dikutip dari AFP, Selasa (11/2/2020).




Berita Lainnya

Setelah Hong Kong, AS Diguncang Kerusuhan Hebat

01/06/2020 09:16 - Indah Pratiwi

WHO Resmi Diputus Hubungan oleh AS

30/05/2020 09:03 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA