Sunday, 31 May 2020
Temukan Kami di :
TAG HARI INI :
Nasional

Sesuai TR No ST/1101/IV/HUK.7.1./2020, Polri Akan Tidak Tegas Penimbun serta Penyalahgunaan Alat Kesehatan

Baharuddin Kamal - 07/04/2020 22:07 Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Idham Aziz.

Beritacenter.COM - Polisi Republik Indonesia (Polri) akan menindak tegas bagi siapa saja yang menimbun serta menyalahgunakan alat pelindung diri (APD) seperti hand sanitizer dan alat kesehatan lainnya.

Perihal tersebut dikeluarkan langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Azis melalui Surat Telegram (TR) Kapolri Nomor: ST/1101/IV/HUK.7.1./2020 tertanggal 4 April 2020.

"(Surat) diterbitkan dalam rangka penanganan perkara dan pedoman pelaksanaan tugas selama masa pencegahan penyebaran Covid-19 dalam pelaksanaan tugas reskrim terkait kebutuhan APD, hand sanitizer dan alat kesehatan lainnya," kata Jenderal Pol Idham Azis, Selasa (7/4/2020).

Dikatakan dalam surat itu, bentuk pelanggaran atau kejahatan yang mungkin terjadi di masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yaitu memainkan harga, menimbun, menghalangi dan menghambat jalur distribusi alat kesehatan serta memproduksi dan mengedarkan APD, hand sanitizer atau alkes lainnya yang tidak sesuai standar dan tanpa izin edar.

Karena itu, jajaran anggota kepolisian diminta untuk memetakan kejahatan yang mungkin saja terjadi terkait penimbunan alat kesehatan. Polri juga akan berkoordinasi dengan Dinkes atau distributor serta membantu memperlancar dan mengawasi pasokan alkes hingga ke konsumen.

Idham mendorong kelompok masyarakat untuk memproduksi APD secara mandiri dalam pengawasan dan bimbingan Dinkes setempat. Selain itu, dia meminta jajarannya untuk menegakkan hukum jika menemukan penimbunan dan penyalahgunaan alkes.

"Ekspos setiap hasil pengungkapan kasus untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan mencegah terjadinya kejahatan serupa di kemudian hari," tegasnya.

Surat telegram ini ditujukan kepada Kabareskrim Polri dan para Kapolda.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA