Tuesday, 02 Jun 2020
Temukan Kami di :
News

MUI Luruskan Keresahan Masyarakat Soal Tak Salat Jum'at 3 Kali Berturut Karena Covid-19

Sedangkan orang yang memiliki udzur tidak melaksanakan Salat Jumat, seperti sakit, safar (perjalanan) atau udzur lainnya misalnya adanya ancaman bahaya terhadap keselamatan jiwa seperti wabah Corona, maka dia tidak masuk dalam kategori yang disebutkan dalam hadits tersebut

Aisyah Isyana - 03/04/2020 09:30

Beritacenter.COM - Pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak dulu melakukan ibadah Salat Jum'at di masjid guna mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). Masyarakat diminta untuk sementara menggantinya dengan Salat Dzuhur dirumah masing-masing.

Hari ini, sudah minggu ketiga Salat Jum'at ditiadakan sementara hampir di seluruh Indonesia. Banyak masyarakat yang khawatir soal tak menjalankan ibadah Salat Jum'at tiga kali berturut ditengah Pandemi Corona. Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut meluruskan soal masyarakat yang khawatir Islamnya hilang alias kafir karena tak menjalankan Salat Jum'at 3 kali berturut.

Baca juga :

"Dalam dasar fatwa MUI melakukan Salat Jumat di tengah pandemi Covid-19 memiliki 3 kategori," tulis Zainut Tauhid, Waketum MUI, lewat siaran pers diterima, Jumat (3/4).

Adapun ketiga kategori yang dimaksud, yakni :

1. Jika di suatu kawasan tingkat penyebaran Covid-19 terkendali, maka umat Islam wajib melaksanakan Salat Jumat.

2. Jika di suatu kawasan penyebaran Covid 19 tidak terkendali bahkan mengancam jiwa, maka umat Islam tak boleh menyelenggarakan Salat Jumat dan menggantinya dengan Salat Dzuhur.

3. Jika di suatu kawasan yang potensi penyebarannya tinggi atau sangat tinggi berdasarkan ketetapan oleh pihak yang berwenang, umat Islam boleh tidak menyelenggarakan Salat Jumat dan menggantinya dengan Salat Dzuhur.

"Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang masa status tanggap darurat Covid-19, dari semula 23 Maret hingga 5 April menjadi 19 April 2020. Perpanjangan dilakukan melihat penyebaran virus Corona di Jakarta terus meningkat tajam," lanjut Zainut.

Dengan begitu, jelas Zainut, DKI Jakarta merupakan kawasan yang masuk dalam ketentuan fatwa MUI untuk boleh tidak Salat Jum'at dan menggantinya dengan Salat Dzhur.

Untuk itu, Zainut menyebut perkataan Nabi Muhammad SAW tentang siapa yang mendengar Adzan Jumatan 3 kali, kemudian dia tidak menghadirinya maka dicatat sebagai orang munafik (HR. Thabrani), tidak dulu berlaku bagi orang yang meninggalkan tanpa udzur.

"Sedangkan orang yang memiliki udzur tidak melaksanakan Salat Jumat, seperti sakit, safar (perjalanan) atau udzur lainnya misalnya adanya ancaman bahaya terhadap keselamatan jiwa seperti wabah Corona, maka dia tidak masuk dalam kategori yang disebutkan dalam hadits tersebut," Zainut manandasi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA