Tuesday, 02 Jun 2020
Temukan Kami di :
News

IDI Soal Jenazah Pasien Corona : Sudah Ada Protokolnya, Tak Akan Jadi Sumber Penularan

Aturan yang tadi 500 meter dari pemukiman, 50 meter dari sumber air itu kan satu protokol yang memang supaya masyarakat juga paham bahwa itu tidak lagi menjadi sumber penularan

Aisyah Isyana - 03/04/2020 08:20

Beritacenter.COM - Terjadinya fenomena penolakan pemakaman jenazah pasien virus Corona (Covid-19) di sejumlah daerah, mendapat tanggapan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dalam hal ini, masyarakat diimbau tak perlu khawatir lantaran pengurusan jenazah pasien Corona sudah ada protokolnya.

Tata laksana pengurusan jenazah pasien virus Corona memiliki protokolnya dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama. Untuk itu, masyarakat diminta untuk tidak khawatir atas proses pengurusan jenazah yang sesuai protokol kesehatan untuk mencegah penularan.

Baca juga :

"Sehingga kenapa itu setelah dikafani kalau yang Muslim dikasih plastik ya, terus kemudian dikasih peti juga kalau yang non Muslim, yang Muslim juga ada yang dikasih peti," ujar Wakil Ketua Umum IDI, Adib Khumaidi, Kamis (2/4/2020).

Selain itu, pemakaman pasien virus Corona harus dilakukan dengan mempertimbangkan jarak 500 meter dari pemukiman warga. Kuburan pasien Corona juga harus berjarak minimal 50 meter dari sumber air.

"Aturan yang tadi 500 meter dari pemukiman, 50 meter dari sumber air itu kan satu protokol yang memang supaya masyarakat juga paham bahwa itu tidak lagi menjadi sumber penularan," katanya.

Dia juga menyebut prosses pemakaman pasien Corona juga dibatas hanya sekitar 4 jam hingga akhirnya dikuburkan. Pasalnya, hal itu dilakukan guna mencegah agar jenazah tidak kontak dengan lebih banyak orang lagi.

"Kalau pun ada proses disalati juga tidak disarankan dekat rumah, tapi di lokasi pemakaman dan dengan aturan juga dan kemudian langsung dimakamkan. Artinya ada waktu sekitar 4 jam untuk segera dilakukan pemakaman," katanya.

Karena proses penguburan dilakukan sesuai dengan protokol yang benar, untuk itu jenazah sudah dipastikan tak akan menjadi sumber penularan. "Jadi seharusnya masyarakat tidak perlu khawatir dengan penularan setelah dia dikubur," katanya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA