Wednesday, 27 May 2020
Temukan Kami di :
News

Jurus Presiden Jokowi Tepat Dalam Menangani Pandemi Corona

Indah Pratiwi - 31/03/2020 22:06

Beritacenter.COM - Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) untuk memberikan stimulus ekonomi kepada masyarakat akibat Virus corona Covid-19.

Keputusan itu berisi langkah-langkah luar biasa (extra ordinary) untuk menyelamatkan perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan dengan berbagai relaksasi yang berkaitan dengan pelaksanaan APBN 2020 untuk sektor keuangan.

"Dari angka itu, Rp 75 triliun untuk bidang kesehatan, Rp 110 triliun untuk Social Safety Net, Rp 70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus KUR, serta Rp 150 triliun dialokasikan untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional, termasuk restrukturisasi kredit dan penjaminan serta pembiayaan untuk UMKM dan dunia usaha menjaga daya tahan dan pemulihan ekonomi," ujar Jokowi dalam Konferensi persnya, di Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Presiden juga meminta penyiapan untuk dukungan bidang kesehatan sebesar Rp 75 triliun menjadi prioritas pertama.

Dana itu untuk tenaga kesehatan, terutama pembelian APD, Pembelian alat-alat kesehatan yang dibutuhkan, merenovasi kembali 132 rumah sakit rujukan bagi penanganan pasien Covid-19, Insentif dokter, Santunan kematian tenaga medis Rp 300 juta, dukungan tenaga medis, dan kesehatan lainnya.

Selain itu pemerintah menambahk PKH 10 juta KPM, dibayarkan bulanan mulai April kartu sembako dinaikan dari 15,2 juta menjadi 20 juta penerima, dengan manfaat naik dari Rp 150.000 menjadi Rp 200.000 selama 9 bulan (naik 33 persen).

Bukan itu saja, Pemerintah mengeluarkan kartu Prakerja dinaikkan dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun agar bisa meng cover sekitar 5,6 juta pekerja informal, pelaku usaha mikro dan kecil.

Dan untuk listrik gratis 3 bulan untuk 24 juta pelanggan listrik 450VA, dan diskon 50 persen untuk 7 juta pelanggan 900VA bersubsidi.

Untuk yang terakhir dunia usaha dalam rangka pemulihan ekonomi yang diantarnya, PPH 21 pekerja sektor industri pengolahan dengan penghasilan maksimal Rp 200 juta setahun ditanggung pemerintah.

"Penundaan pembayaran pokok dan bunga untuk semua skema KUR yang terdampak Covid-19 selama 6 bulan. penurunan tarif PPh Badan menjadi 22 persen untuk tahun 2020 dan 2021 serta menjadi 20 persen mulai tahun 2022. Dan Dukungan lainnya dari pembiayaan anggaran untuk mendukung pemulihan ekonomi," tutup Jokowi.




Berita Lainnya

Jakarta Diprediksi Turun Hujan Siang ini

27/05/2020 11:30 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA