Friday, 07 Aug 2020
Temukan Kami di :
Kesehatan

Kabar Baik! Peneliti Indonesia Temukan Senyawa Yang Bisa Lumpuhkan Corona, Begini Cara Buat-nya

Anas Baidowi - 29/03/2020 08:21

Beritacenter.COM - Penemuan terbaru datang dari para Peneliti Indonesia dalam memerangi penyebaran virus Corona atau COVID-19. Para peneliti tersebut menemukan Senyawa Hesperidin untuk mencegah Virus Corona Berkembang Biak.

Penemuan Para Peneliti Indonesia tentunya menjadi kabar baik bagi rakyat Indonesia. Peneliti mengumumkan temuaanya bisa membatasi Virus Corona di dalam tubuh manusia.

Tim periset dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Farmasi UI, Pusat Studi Biofarmaka Tropika (TropBRC), LPPM IPB University dan Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University telah melakukan penelitian bioinformatika untuk menemukan senyawa yang berpotensi untuk melawan Covid-19.

"Senyawa tersebut adalah golongan flavonoid yaitu salah satunya hesperidin," kata Guru Besar IPB University yang juga Kepala Pusat Biofarmaka Tropika (TropBRC), Prof Irmanida Batubara dikutip dari laman resmi IPB University, Jumat (27/3/2020).

Lantas dimana kita menemukan senyawa ini?

Ternyata sangat mudah menemukan senyawa tersebut, senyawa itu bisa ditemukan di kulit buah jeruk. Jadi selama berhari-hari berdiam dirumah anda bisa membuat jus jeruk yang banyak khasiatnya.

Tapi, jangan lupa untuk ditambah sedikit kulit jeruk yang sudah dicuci bersih.

"Memang akan terasa sedikit pahit. Nah tahanlah sedikit rasa pahit ini karena ini menunjukkan hesperidin yang ada di dalamnya," tuturnya..

Namun ada cara lain bagi yang tidak suka dengan rasa pahit. Prof Irmanida Batubara memberikan jalan keluar dengan cara jeruk bisa dibuat infus water dari jeruk beserta kulitnya, dengan demikian beberapa senyawa dari kulit jeruk akan larut dalam air sehingga juga terkonsumsi oleh tubuh.

Tapi jangan lupa jeruknya dicuci bersih terlebih dahulu!.

"Semua jenis jeruk mengandung hesperidin. Jadi tidak harus jeruk buah. Tapi kita juga bisa memanfaatkan kulit jeruk nipis, jeruk lemon dan varietas jeruk lainnya," jelasnya.

Tunggu apalagi, segera minum jus jeruk plus kulitnya ya. Jadi jangan sepelekan kebiasaan meminum jus jeruk. Kali ini ditambah dengan kulitnya. Kalau tidak tahan rasa pahit, maka Anda bisa membuat menjadi infus water.

Kenali gejala covid-19

Perbedaan Batuk Biasa dan Batuk Gejala Corona Dari Hari ke Hari

Anda batuk pilek?

Jangan langsung panik dan berasumsi negatif bahwa tubuh anda sudah terinfeksi covid-19. Para ahli telah menyebutkan sejumlah gejala yang bisa mengindikasikan seseorang terinfeksi virus corona jenis baru atau SARS-CoV-2. Gejala-gejala ini perlu untuk dipahami.

Gejala-gejala itu memiliki kemiripan dengan flu yang biasa terjadi diikuti demam, sakit kepala, termasuk batuk.

Di tengah wabah virus corona jenis baru seperti saat ini, penting mengetahui gejala-gejala virus corona, yang salah satunya adalah batuk.

Pahami perbedaan batuk biasa dengan batuk karena diduga gejala Covid-19.

Sebenarnya, batuk yang menunjukkan gejala Covid-19 dan batuk biasa memiliki perbedaan yang bisa diamati.

Dikutip dari Medical News Today, Kamis(19/3/2020), batuk yang terjadi pada penderita Covid-19 dan flu/batuk biasa sama-sama terjadi di waktu yang cukup sering, sepanjang mereka sakit.

Tingkatannya, mulai dari batuk ringan hingga sedang.

Flu atau Batuk Biasa

Batuk yang terjadi pada orang yang menderita influenza, menutur Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sering kali terjadi secara tiba-tiba dan penderita akan sembuh dalam waktu relatif singkat, kurang dari 2 minggu.

Selain itu, batuk yang terjadi pada orang yang menderita flu akan disertai dengan pilek dan bersin-bersin, sebagaimana dituliskan dalam artikel Business Insider, 12 Maret 2020.

Sementara, penderita Covid-19 tidak mengalami itu.

Jadi, jika seseorang menunjukkan batuk yang disertai dengan pilek dan sebelum batuk dimulai dengan fase bersin, dimungkinkan ia terkena flu biasa.

Batuk Covid-19

Dilansir dari The Sun, Senin(23/3/2020), Direktur Klinis dari Patientaccess.com, Dr Sarah Jarvis menjelaskan, batuk merupakan ciri dari gejala terinfeksi virus corona jenis baru yang sudah bisa diketahui.

Batuk yang menandakan mengindikasikan seseorang menderita Covid-19 adalah:

Batuk kering yang terjadi terus menerus. Batuk kering terjadi setidaknya dalam waktu setengah hari.
Batuk ini tidak terjadi sesekali hanya karena Anda berdehem atau ada sesuatu yang menyangkut di tenggorokan.

Batuk ini adalah sesuatu yang baru dirasakan oleh penderitanya.
Artinya, bukan batuk seperti yang biasa dirasakan, misalnya karena seseorang terbiasa merokok kemudian sering batuk, dan sebagainya.

Batuk kering tidak berdahak

Meskipun penderita batuk kering tidak bisa disebut 100 persen adalah penderita Covid-19, namun jenis batuk ini lebih berpotensi menjadi gejala Covid-19 daripada batuk basah yang menghasilkan dahak.
Disebutkan, 67,7 persen pasien yang terkonfirmasi sebagai penderita Covid-19 menunjukkan gejala batuk kering ini, sehingga tak jarang disebut sebagai gejala kunci.

Oleh karena itu, Anda yang mengalami batuk kering seperti ini disarankan untuk melakukan isolasi diri secara mandiri sebagai langkah preventif menularkan virus ke orang lain.

Bagaimana gejala Virus Corona berkembang dari hari ke hari?

Hari ke-1

Pasien mengalami demam.

Tubuhnya mungkin juga mengalami semacam kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering.

Ada pula yang mengalami diare atau mual satu atau dua hari sebelumnya.

Hari ke-5

Ada pasien yang mengalami kesulitan bernapas.

Kondisi ini biasanya terjadi pada mereka yang berusia lanjut atau memiliki riwayat penyakit lain sebelumnya.

Hari ke-7

Pada hari ke-7, menurut penelitian Universitas Wuhan, ini merupakan waktu rata-rata pasien masuk ke rumah sakit.

Hari ke-8

Pada pasien yang mengalami kondisi parah, sekitar 15 persen mengalami sindrom gangguan pernapasan akut.

Saat ini terjadi, cairan telah memenuhi paru-paru, dan sering kali berakibat fatal.

Hari ke-10

Ketika gejala memburuk, pasien akan dibawa ke ICU.

Biasanya, mereka mengalami gangguan pada bagian perut, dan kehilangan nafsu makan.

Pada rentang waktu ini, sebagian kecil meninggal, yakni 2 persen.

Hari ke-17

Setelah menjalani perawatan selama lebih kurang 2,5 minggu, pasien yang kondisinya membaik biasanya sembuh dan keluar dari rumah sakit.

 

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA