Friday, 07 Aug 2020
Temukan Kami di :
Nasional

TOP! Belasan Ribu Mahasiswa Kedokteran Siap Jadi Relawan Bantu Pemerintah Tangani COVID-19

Lukman Salasi - 27/03/2020 16:54

BeritaCenter.COM – Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan bahwa ada 15 ribu mahasiswa di seluruh Indonesia yang siap menjadi relawan tenaga medis membantu pemerintah mengatasi pandemi corona atau COVID-19.

Ini kabar yang sangat baik untuk mengisi kekurangan tenaga medis dalam percepatan penanggulangan wabah virus Corona.

"Kami mendapatkan informasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) jika ada 15 ribu mahasiswa kedokteran dari 158 kampus di Indonesia siap menjadi relawan medis. Ini tentu menjadi kabar baik di tengah kekurangan tenaga medis dalam penanggulangan wabah corona di tanah air," kata Huda dalam keterangannya, Jumat (27/2020).

Ia mengungkapkan, 15 ribu mahasiswa kedokteran tersebut berasal fakultas kedokteran baik dari 82 universitas maupun dan 72 politeknik kesehatan (Poltekkes).

"Kami tentu sangat mengapresiasi kesediaan para mahasiswa kedokteran tersebut yang bersedia mengajukan diri jadi relawan meskipun dengan tingkat risiko tinggi," ungkapnya.

Ia berujar, berdasarkan keterangan dari Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19, dibutuhkan sekitar 1.500 dokter dan 2.500 perawat. Selain itu juga dibutuhkan bagian administrasi rumah sakit sampai sopir ambulans. Kebutuhan ini akan terus meningkat setiap hari seiring pertambahan pasien positif Corona di tanah air.

"Kami mendengar Kemendikbud telah melakukan rekruitmen relawan dari kampus-kampus tersebut. Kami berharap recruitment dikoordinasikan Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 sehingga bisa dipetakan kebutuhan dan kemampuan yang bisa diisi oleh para mahasiswa ini," jelasnya.

Huda mengingatkan agar para relawan yang direkrut dari kalangan kampus mendapatkan orientasi terkait tugas mereka terlebih dahulu sehingga mereka bisa bekerja lebih efektif. Selain itu mereka juga harus dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai.

"APD ini penting karena jangan sampai anak-anak kita yang jadi relawan malah menjadi korban penularan covid-19 karena tidak memakai APD sesuai standar WHO," pungkas Huda.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA