Wednesday, 27 May 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Keluh Kesah Pemerintah Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Pentingnya Physical Distancing

Baharuddin Kamal - 27/03/2020 15:29 Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman.

Beritacenter.COM - Beberapa masyarakat masih belum menyadari betapa pentingnya melakukan physical distancing atau pembatasan fisik untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19), sebagaimana yang telah disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman.

"Sebagian dari masyarakat secara sadar dan kritis mengikuti mekanisme pembatasan sosial. Namun, sebagian lagi belum menciptakan partisipasi ideal terkait mekanisme pembatasan sosial," kata Fadjroel, dalam keterangannya, Kamis (27/3/2020).

Bahkan, pemerintah juga telah meminta Polri untuk melakukan tindakan kedisiplinan bagi masyarakat yang masih melakukan kumpul-kumpul di suatu tempat ataupun ruangan dengan jumlah orang yang banyak.

"Oleh karenanya Gugus Tugas mengeluarkan maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dan penanganan penyebaran virus Covid-19 yang diteken Kapolri Jendral Pol Idham Azis pada 19 Maret 2020," ujarnya.

Adapun dasar hukum pembatasan sosial itu diatur pada Pasal 212, 214, Pasal 216 Ayat 1, dan Pasal 218 KUHP yang dapat digunakan kepada mereka yang berupaya melakukan perlawanan.

"Sementara untuk Pasal 216 Ayat 1 dan Pasal 218 dapat dipakai untuk mereka yang menaati imbauan Polri namun tidak melakukan perlawanan," ujarnya.

Kerumunan massa yang dimaksud itu ialah seperti pertemuan sosial, pertemuan budaya, keagamaan, aliran kepercayaan dalam bentuk seminar lokakarya, sarasehan, dan lainnya.

"Selain itu juga konser musik, olahraga, kesenian, jasa hiburan, unjuk rasa, pawai, karnaval, serta kegiatan lainnya," imbuhnya.

Hingga kini, diketahui Polri telah membubarkan sebanyak 1.731 pertemuan massa dan kerumunan. Pendekatan tindakan tegas Polri sejauh ini masih dalam tingkat demokratis, yakni dialog dan ajakan.

"Presiden Jokowi mendorong penanganan Covid-19 dengan bekerja cepat dan tepat. Keselamatan, kesehatan dan daya sosial ekonomi harus diwujudkan. Karena keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," ujarnya.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA