Wednesday, 27 May 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Haru! Meski Masih Berduka Jokowi Ikut Rapat G20

Lukman Salasi - 27/03/2020 10:49

BeritaCenter.COM – Seusai pemakaman ibu tercintanya Sudjiatmi Notomihardjo di Jawa Tengah pada pagi hari, Presiden Jokowi langsung mengikuti pertemuan KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor.

Momen haru ini dirasakan dua menteri yang turut mendampingi Jokowi dalam KTT Luar Biasa G20 itu yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Sri Mulyani saat memberikan keterangan mengaku bangga sekaligus terharu melihat Jokowi masih berkomitmen mengikuti pertemuan antar pemimpin negara tersebut.

"Walau presiden dalam suasana duka, kita bangga dan terharu beliau memiliki komitmen yang luar biasa untuk memimpin Indonesia bersama pemimpin dunia dalam melawan Covid-19," tuturnya melalui video conference, Kamis (26/3/2020).

KTT Luar Biasa G20 ini digagas Arab Saudi selaku ketua G20 tahun ini. KTT diawali dengan sambutan pembukaan dari Raja Salman bin Abdulaziz AL Saud pada pukul 15.00 waktu Arab Saudi atau pukul 19.00 WIB.

Pertemuan virtual ini diikuti pimpinan negara dari 20 negara anggota G20, 7 negara undangan, 9 organisasi internasional, dan 2 organisasi regional. Organisasi internasional terkait diantaranya PBB, WHO, Bank Dunia dan IMF.

Hal yang dibahas mulai dari penanganan krisis pandemi, hingga dampak ekonomi dan sosial yang berpengaruh pada global supply-chain.

Menurut Jokowi, G20 harus menjadi motor pergerakan solidaritas dunia dalam penanganan corona dan mendorong agar virus yang sudah menjadi pandemi ini tidak mengganggu kemitraan dan kerjasama yang sudah dibangun bertahun-tahun antar negara.

"Untuk itu, G20 harus aktif memimpin upaya menemukan anti-virus dan obat Covid-19, tentunya bersama WHO," tegas Jokowi.

Jokowi juga mendorong negara anggota G20 untuk bekerja sama dan mensinkronkan kebijakan serta instrumen ekonomi dalam melawan keterpurukan ekonomi yang disebabkan oleh virus corona.

"Kita harus mencegah resesi ekonomi global, melalui kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi, serta memperluas dan memperkuat jaring pengaman sosial terutama bagi UMKM," ujar Jokowi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA