Friday, 17 Jul 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Cegah Penyebaran Corona, Pemerintah Siapkan Skema Larangan Mudik Kendaraan Pribadi

Baharuddin Kamal - 27/03/2020 10:49 Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Pemerintah telah menyiapakan sejumlah rancangan yang melarang warga mudik menggunakan kendaraan pribadi di tengah pandemi virus corona atau COVID-19. Salah satu skema diantaranya yakni dengan membuat sekat agar kendaraan pribadi tak keluar dari Jakarta.

"Sama juga, nanti konsekuensi, kalau memang pemerintah Pak...hasil keputusan rapat terbatas dilarang ya mungkin nanti dari TNI-Polri sama mungkin kita Kementerian Perhubungan pasti akan membuat sekat untuk mobil keluar dari Jakarta tidak boleh," kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi saat dihubungi, Kamis (26/3/2020).

Budi mengatakan, bila nantinya keputusan tentang larangan mudik itu di sahkan, Kemenhub telah menyiapkan sejumlah titik sekat kendaraan pribadi. Diantaranya jalan mengarah ke Merak, Bogor, dan Bekasi.

"Yang pasti kita lagi menyiapkan, paling ke Merak, ke Bogor, yang jalan tol, mungkin yang jalan nasional biasa Bekasi, Kerawang, itu nanti kita tutup," ujarnya.

Budi juga menjelaskan Kemenhub telah menyiapkan sejumlah skema selain penyekatan kendaraan pribadi bila pemerintah memutuskan ada larangan mudik. Skema itu adalah pengurangan angkutan umum untuk mudik dan tak dilaluinya tol saat mudik.

"Tapi sementarakan ini kita belum...ya kita antisipasi menyiapkan beberapa skema. Skema yang normal biasa business as usual seperti sekarang ini kan pasti enggak mungkin lagi. Kemudian mungkin skema pengurangan angkutan umum bisa juga, kendaraan pribadi tetap. Atau mungkin jalan tol tidak dilalui," ucapnya.

"Berbagai macam skema nanti kami siapkan, berapa ini, berapa ini, tapi nanti tergantung keputusan rapat terbatas kan kami hanya pelaksana saja," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku mendukung penuh upaya pemerintah dalam penundaan mudik massal. Menurut Tito, penundaan tersebut dapat mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) secara signifikan.

Sebelumnya diketahui, imbauan penundaan mudik massal sejalan dengan kebijakan work from home dan physical distancing. Mendagri meminta pemda mengawai secara ketat larangan atau pembatasan mudik massal.

"Dari data yang kita miliki, bila kita dapat mereduksi secara signifikan jumlah dan frekuensi program mudik bareng, maka volume arus mudik dari kota-kota besar seperti Jabodetabek, yang merupakan episentrum penyebaran COVID-19, akan dapat ditekan secara signifikan," kata Mendagri Tito Karnavian dalam keterangan tertulis yang disampaikan Staf Khusus (Stafsus) Mendagri, Kastorius Sinaga, Kamis (26/3).

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA