Saturday, 04 Apr 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Punya Pengaruh, Polisi: PNS Ini Otaki Pencurian Ratusan Masker di RS Pagelaran Cianjur

Isep ini berpengaruh, karena ketua Ormas di sana dan informasinya sering memasukkan karyawan ke rumah sakit ini. Semua yang ada di sana itu takut ke Isep ini. Makanya otak pelakunya saudara Isep

Aisyah Isyana - 26/03/2020 21:33

FOKUS : Polisi

Beritacenter.COM - Pegawai Negeri Sipil (PNS) di RSUD Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Isep Suherlan Fansuri, merupakan satu dari empat pelaku yang mengotaki pencurian 360 kotak masker di gundang Farmasi rumah sakit. Mengingat saat ini ketersediaan masker sangat penting bagi tenaga medis garda terdepan dalam penanganan Corona (Covid-19).

"Iya dia PNS, di bidang pelayanan medis. Bukan kepala, tapi anggota di strukturalnya. Sudah lama bekerja, sebelum saya menjabat sebagai Dirut di RSUD Pagelaran," ucap Direktur Utama RSUD Pagelaran, dr Awie Darwizar kepada wartawan, Kamis (26/3/2020).

Baca juga : Polisi Tangkap 4 Pelaku Pencurian Ratusan Kotak Masker di RS Cianjur, 1 Pelaku PNS

Dikatakan Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Niki Ramdhany, pelaku tergolong sebagai senior di lingkungan RSUD Pagelaran. Isep diduga memiliki kekuasaan dengan latar belakang pimpinan organisasi masyarakat di wilayah Kecamatan Pagelaran. Isep juga disebut banyak memasukkan pegawai ke RSUD Pagelaran, sehingga pengaruhnya membuat pegawai lainnya takut.

"Isep ini berpengaruh, karena ketua Ormas di sana dam informasinya sering memasukkan karyawan ke rumah sakit ini. Semua yang ada di sana itu takut ke Isep ini," kata dia.

Dengan pengaruhnya itu, Isep dengan mudah mendapatkan akses ke gudang farmasi RSUD Pagelaran dan mencuri stok masker tenaga medis disana. Dengan pengaruhnya, Isep juga meminta petugas mematikan CCTV saat melancarkan aksi pencurian masker.

"Makanya otak pelakunya saudara Isep. Dibantu oleh Rega yang merupakan bawahannya langsung dan Yogi yang merupakan tenaga honorer di RS tersebut," paparnya.

Niki mengatakan, hasil penjualan masker-masker curian itu sebagian besar masuk ke kantong Isep. Sementara untuk Rega dan Yogi mendapatkan bagian sebagaiama Isep mau memberi.

"Selama empat kali kejadian pencurian itu, Yogi yang menjadi pengangkut dan sopir hanya diberi Rp 500 ribu. Selebihnya oleh Isep," jelasnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 363 dan 480 KUHP. "Ancaman hukuman 7 tahun penjara," tegasnya.




Berita Lainnya

Beli Sabu, Seorang Pelajar SMK Surabaya Dicokok Polisi

03/04/2020 13:56 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA