Sunday, 05 Jul 2020
Temukan Kami di :
News

Dokter RS Unair: Pasien Corona dan Keluarganya Jangan Dikucilkan, Support Mereka, Dibantu

Syukur-syukur masyarakat bisa membantu, misalnya memberi makanan. Dibantu, support mereka supaya sembuh. Mereka akan seneng, jangan malah ditekan atau diusir

Aisyah Isyana - 26/03/2020 20:22

Beritacenter.COM - Masyaarakat yang memiliki tetangga pasien dalam pengawasan (PDP) konfirm atau pasien positif Corona (COVID-19), diimbau untuk tidak terlalu panik atau bahkan hingga mengucilkan pasien tersebut. Pasalnya, si pasien masih bisa sembuh dengan isolasi mandiri tanpa keluar kamar dan meningkatkan kekebalan imun.

Jubir Satgas Corona RS Unair dr Alfian Nur Rasyid SpP mengatakan jika pihaknya sempat mendengar cerita ada orang poisitif virus corona yang menjalani rawat jalan, malah dikucilkan masyarakat. Bahkan, hingga diusir dan disuruh pergi ke rumah sakit.

Baca juga : Polisi Tangkap 4 Pelaku Pencurian Ratusan Kotak Masker di RS Cianjur, 1 Pelaku PNS

"Artinya, kalau satu orang di dalam rumah ada yang positif harus diisolasi dan terpisah dengan keluarga di dalam rumah. Yang penting pasien masuk ke kamar, diisolasi tidak boleh keluar. Kemudian, kalau memungkinkan kamar mandinya disendirikan untuk pasien tersebut," kata Alfian kepada wartawan, Kamis (26/3/2020).

Si pasien juga dapat dipindahkan sementara waktu ke tempat lain atau jika punya rumah lain untuk menjalani isolasi mandiri. "Agar dia (pasien) bisa melakukan aktivitas mandiri, bisa tinggal di dalam kamar atau rumah sendirian," ujarnya.

Dalam hal ini, Alfian menyoroti agar masyarakat seharusnya dapat lebih mensupport pasien agar dapat lekas sembuh, bukan malah mengucilkan si pasien. Dia berharap agar masyarakat tidak memberi stigma negatif kepada pasien dan keluarga. Apalagi kepada anggota keluarga yang keluar rumah untuk membeli makanan. Karena belum tentu keluarga pasien itu positif Corona juga.

"Artinya, kalau keluarganya butuh makan, beli sembako atau ke rumah sakit untuk beli obat kan harus keluar. Tapi asumsi masyarakat keluarga sudah positif, karena sudah kontak di dalam rumah (dengan pasien)," urainya.

Alfian mengatakan, yang terpenting keluarga pasien harus selalu menggunakan masker saat keluar rumah. "Siapa pun sekarang harus menggunakan masker. Apalagi keluarga pasien yang positif (virus corona)," tuturnya.

"Syukur-syukur masyarakat bisa membantu, misalnya memberi makanan. Dibantu, support mereka supaya sembuh. Mereka akan seneng, jangan malah ditekan atau diusir," tambahnya.

Dia menambahkan, pasien dalam pengawasan (PDP) konfirm harus mengisolasi diri selama 14 hari. Jika dalam dua pekan kondisi mulai membik dan memungkinkan tes swab, pasien dapat segera ke rumah sakit untuk melakukan swab.

"Kalau tidak ada peluang swab, ya sudah 14 hari harapannya virusnya mati dengan sendiri dan keluhan pasien membaik. Yang terpenting meningkatkan kekebalan imun, karena ini virus," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA