Wednesday, 08 Apr 2020
Temukan Kami di :
News

Pegiat Media Sosial Kirim "Surat Terbuka untuk Gubernur DKI" Isinya Sungguh Menohok...

Indah Pratiwi Budi - 24/03/2020 18:00 Oleh: Rudi S Kamri

Kepada Yth.
Gubernur DKI Jakarta
Di
Jakarta

Perihal: Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Jakarta

Yang terhormat Saudara Gubernur,
Dengan banyaknya blunder kebijakan yang kontra produktif terhadap upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Jakarta, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya sampaikan:

1. Apakah Saudara tidak punya anak buah dan tenaga ahli yang sedikit saja punya kecerdasan mendekati standar dalam melakukan tindakan antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19 di Jakarta? Setelah blunder besar pembatasan transportasi publik yang menyebabkan kerumunan massa, sekarang Saudara mengadakan operasi pasar yang juga memancing kerumunan massa.

2. Apakah Saudara tidak bisa sedikit saja menurunkan ego dan nafsu berkuasa dengan cara mau belajar dari kepala daerah lain seperti Ibu Tri Rismaharini Walikota Surabaya dalam menjaga kota dari paparan Covid-19? Di Surabaya dibagikan masker gratis secara terukur dengan tetap menjaga "social distancing" dan di sepanjang jalan banyak di jumpai hand sanitizer yang bisa digunakan masyarakat secara gratis. Beberapa hari lalu diadakan penyemprotan disinfektan ke area publik dan jalanan. Sedang di Jakarta, kami hanya menjumpai spanduk mencegah corona dengan wajah anda nongol. Tidak bisakah saudara mau menahan diri untuk tidak banci tampil di depan publik?

3. Saudara hanya gubernur, bukan menteri apalagi Presiden. Tidak bisakah Saudara tunduk dan patuh terhadap semua arahan Presiden dan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19? Kalau tidak bisa, lebih baik Saudara angkat bendera putih dan mengundurkan diri dari jabatan Gubernur. Saya dan warga Jakarta tidak bisa menyerahkan nasib kami pada Gubernur yang tidak kualified. Saat ini tingkat paparan Covid-19 di Jakarta setiap hari meningkat tajam. Untuk itu kita perlu pemimpin yang cerdas dan tulus melayani rakyat, bukan sekedar mencari panggung.

4. Saudara yakin masih waras? Kalau masih waras mengapa selalu membuat kebijakan konyol dan blunder yang terus berulang-ulang ?

Salam Indonesia Cerdas,
Rudi S Kamri
Warga Jakarta




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA