Thursday, 21 Jan 2021
Temukan Kami di :
News

HNW Ingatkan Gatot Soal Phobia Masjid Yang Bawa-bawa Komunis

Anas Baidowi - 19/03/2020 14:56

Beritacenter.COM - Eks Panglima TNI Gatot Nurmatyo menggaungkan gerakan shalat berjemaah di masjid di tengah meningkatnya wabah virus corona di Indonesia. Ajakan Gatot dinilai ingin menjerumuskan umat disaat Pemerintah menyarankan agar sementara waktu beribadah di rumah demi memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Sepertinya ada yang keliru..?? Di negeri asalnya covid-19-cina, yg penganut paham komunis dan sebagian besar tdk beragama beramai-ramai mendatangi Masjid dan Belajar Berwudhu hingga mengikuti Sholat Berjamaah," tulis Gatot dalam akun instragram-nya @nurmantyo_gatot, Rabu (18/3).

Namun, lanjut Gatot, di negeri mayoritas muslim justru sebaliknya, malah ramai-ramai menggaungkan fobia terhadap masjid. Ini seakan-akan masjid sebagai sumber penularan COVID-19. Lantas, menurutnya, apakah mal, gereja, vihara, kelenteng, hingga lift sarana umum 'lebih aman' daripada masjid?.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid (HNW) menentang pernyatan Gatot Nurmantyo. Menurutnya, kebijakan untuk tidak salat berjemaah di masjid bukanlah bentuk phobia.

Ia mengatakan, akibat dari pandemi virus corona atau COVID-19 bukan hanya masjid yang ditutup, Vatikan, gereja-gereja di Roma, Betlehem juga ditutup.

"Jelas ya, ini bukan untuk phobia terhadap Masjid," tulis HNW dalam akun Twitternya, Kamis (19/3).

HNW menegaskan, kebijakan ini tidak hanya diberlakukan di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim, bahkan di negara Islam seperti Saudi Arabia, Mesir, Turki juga memberlakukan hal serupa.

"Ini hanya sementara, hanya selama darurat corona. Agama ajarkan cegah yang berbahaya & membahayakan," tegas HNW.

Ia mengakui memakmurkan masjid adalah hal yang baik. Namun, bila dikaitkan dengan wabah yang tengah meraja lela di dunia, menurutnya ulama adalah panglimanya.

"'Eks Panglima TNI Gaungkan Makmurkn Masjid & Salat Berjemaah Lawan Corona'. Makmurkan Masjid tentu baik. Tapi bila dikaitkan Korona, Ulama lah Panglimanya. Dan untuk itu sudah ada fatwa-fatwa dari Persatuan Ulama Se Dunia, Ulama Senior Saudi Arabia, Ulama al-Azhar dll," tuturnya.

Sebelumnya, Gatot Nurmantyo menggaungkan gerakan memakmurkan masjid dan salat berjemaah di tengah meningkatnya wabah virus Corona di Indonesia. Dia mengajak umat Islam meminta pertolongan kepada Allah.

"Sepertinya ada yang keliru..?? Di negeri asalnya covid-19-cina, yg penganut paham komunis dan sebagian besar tdk beragama beramai-ramai mendatangi Masjid dan Belajar Berwudhu hingga mengikuti Sholat Berjamaah," tulis Gatot.

Namun, lanjut Gatot, di negeri mayoritas muslim justru sebaliknya, malah ramai-ramai menggaungkan fobia terhadap masjid. Ini seakan-akan masjid sebagai sumber penularan COVID-19. Lantas, menurutnya, apakah mal, gereja, vihara, kelenteng, hingga lift sarana umum 'lebih aman' daripada masjid?

Gatot mengatakan seharusnya semua belajar pada pengurus gereja, vihara, hingga kelenteng yang menurutnya tak pernah melarang umatnya beribadah di sana.

"Padahal di sana mereka tidak pernah berwudhu..?? Ada apa ini dan pikiran siapa yang mengajak demikian ??? Hingga Umat Islam lupa bahwa Masjid adlh Tempat yang Paling Aman untuk Berlindung dari Segala Bencana..??," lanjut Gatot.

Gatot pun mempertanyakan mengapa umat Islam tidak menggaungkan imbauan agar selalu menjaga wudu dan salat berjemaah. "Wa Allahu'alam bii showab.. Semoga Allah SWT Menjaga dan Memberi Petunjuk Umat dari Segala Kekeliruan. Aamiiin. Yaa Robbal 'Alamiin." tulisnya.

"AYO MAKMURKAN MASJID & GALAKKAN GERAKAN SHOLAT BERJAMA'AH UNTUK MINTA PERTOLONGAN ALLAH..!! (Jadikan Sholat & Sabar Sebagai Penolongmu..!!) Virus Corona (covid-19) adalah ciptaan Allah dan yg kena pasti juga atas ketetapan Allah," sambungnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA