Monday, 18 Jan 2021
Temukan Kami di :
Nasional

GAWAT . . . !!! Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo Mau Jerumuskan Umat Islam Dalam Bahaya Corona

Lukman Salasi - 18/03/2020 15:32

BeritaCenter.COM – Pemerintah telah memberikan arahan jelas kepada masyarakat dalam upaya bersama mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Indonesia.

Salah satu arahan pemerintah yaitu untuk sementara menjauhi tempat-tempat keramaian atau melakukan social distancing. Kemudian juga diminta melakukan ibadah dari rumah.

Hal ini kemudian didukung oleh fatwa MUI agar masyarakat yang berada di lokasi penyebaran Corona untuk sementara tidak sholat berjemaah ke masjid. MUI juga membolehkan sholat jumat diganti dengan sholat duhur di rumah masing-masing.

Sayangnya, di tengah upaya bersama melawan penyebaran wabah virus Corona di Indonesia, Eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo malah menggaungkan gerakan memakmurkan masjid dan salat berjemaah.

Baca Juga: Anies "Jual Masker", Anak-anak Muda Ini "Bagi-bagikan Masker" Secara "GRATIS" Dikawasan Bundaran HI

"Sepertinya ada yang keliru..?? Di negeri asalnya covid-19-cina, yg penganut paham komunis dan sebagian besar tdk beragama beramai-ramai mendatangi Masjid dan Belajar Berwudhu hingga mengikuti Sholat Berjamaah," tulis Gatot lewat akun Instagram-nya @nurmantyo_gatot seperti dilihat, Rabu (18/3/2020).

Gatot melanjutkan, di negeri mayoritas muslim justru sebaliknya, malah ramai-ramai menggaungkan fobia terhadap masjid. Ini seakan-akan masjid sebagai sumber penularan COVID-19. Lantas, menurutnya, apakah mal, gereja, vihara, kelenteng, hingga lift sarana umum 'lebih aman' daripada masjid?.

Menurut Gatot, seharusnya semua belajar pada pengurus gereja, vihara, hingga kelenteng yang menurutnya tak pernah melarang umatnya beribadah di sana.

"Padahal di sana mereka tidak pernah berwudhu..?? Ada apa ini dan pikiran siapa yang mengajak demikian ??? Hingga Umat Islam lupa bahwa Masjid adlh Tempat yang Paling Aman untuk Berlindung dari Segala Bencana..??," lanjut Gatot.

"AYO MAKMURKAN MASJID & GALAKKAN GERAKAN SHOLAT BERJAMA'AH UNTUK MINTA PERTOLONGAN ALLAH..!! (Jadikan Sholat & Sabar Sebagai Penolongmu..!!) Virus Corona (covid-19) adalah ciptaan Allah dan yg kena pasti juga atas ketetapan Allah," pungkas Gatot.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun angkat bicara dan mempertanyakan pernyataan Gatot yang menyebut di China banyak orang yang bukan beragama Islam ramai-ramai mendatangi masjid dan belajar wudu hingga ikut salat berjemaah. Menurutnya, itu perlu didalami lagi apakah benar atau tidak.

Baca Juga: Ini Alasan China Cabut Izin Wartawan Asal Amerika Serikat

MUI kemudian mengingatkan dan memberikan contoh pada zaman Nabi dalam menghadapi penyebaran wabah.

"Jadi sampai Nabi kan kalau zaman Nabi itu kalau ada wabah semacam itu yang dari satu daerah itu tidak boleh ke luar dan dari luar tidak boleh ke dalam. Nabi sama-sama memberi penghargaan kepada mereka bahwa tidak keluar dari daerah tersebut. Kalau meninggal adalah meninggal sahid. Tapi bukan berarti kita langsung ada daerah supaya mati sahid kemudian kita ke kampung yang kena wabah itu, tidak," kata Wasekjen MUI Misbahul Ulum, Rabu (18/3/2020).

Menurut Misbahul, pandangan dalam Islam tidak boleh dalam bahaya atau membahayakan orang lain. Dia tetap meminta masyarakat mengikuti fatwa MUI dan juga arahan pemerintah.

"Kita mengharapkan dengan adanya adanya fatwa MUI, imbauan dari pemerintah daerah setempat, kita itu semakin peduli terhadap itu. Karena dari pandangan Islam kita itu tidak boleh dalam bahaya dan membahayakan orang lain. Kita umpamanya sehat, terus di daerah merah misalnya kemudian kita pergi ke masjid, menurut pandangan kita bisa jadi membahayakan kepada kita tapi bisa jadi kita justru membahayakan orang lain yang kebetulan mungkin imunnya rendah, kecapekan dan lain-lain. Di dalam Islam itu kita tidak boleh dizalimi dan menzalimi istilahnya, tidak boleh menzalimi diri sendiri dan tidak boleh menzalimi orang lain. Seperti itu," paparnya.




Berita Lainnya

Indonesia Divaksin, Netizen Malaysia "Sewot"

15/01/2021 19:30 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA