Sunday, 31 May 2020
Temukan Kami di :
TAG HARI INI :
News

RS Berani Tolak Pasien Suspect Corona, Ini Ancaman Sanksi-nya

Anas Baidowi - 17/03/2020 14:39

Beritacenter.COM - Video pengakuan soerang wanita viral di sosial media. Wanita dalam video tersebut mengaku terindikasi terinfeksi covid-19, namun merasa ditelantarkan oleh rumah sakit.

Wanita menggunakan masker itu bercerita kalau ia baru saja periksa ke rumah sakit. Namun, pihak rumah sakit yang ia datangi meminta untuk ke rumah sakit yang lebih besar. Padahal menurut wanita itu, ia sudah masuk kategori Pasien dalam Pengawasan (PDP).

"Ini, aku udah kategorinya PDP (pasien dalam pengawasan), dan rumah sakit, itu enggak tahu mau ngapain, harus gimana, dan kita bisa dilepas begitu aja, disarankan untuk langsung ke 4 rumah sakit besar, tanpa pengawasan. Artinya, artinya ya, kalau aku males lanjut ke rumah sakit besar yang ditunjuk itu, aku cuma balik ke rumah, terus aku berhubungan dengan tetangga kanan kiri, dan i'm fine, aku merasa fine tapi ternyata aku positif (corona), itu enggak kebayang dampaknya kaya apa." kata wanita dalam video viral tersebut.

Juru bicara pemerintah untuk penangananan virus corona atau COVID-19. Achmad Yurianto sangat menyayangkan etika Rumha Sakit (RS) yang membuat wanita itu kecewa.

"Ini sebenarnya pasien yang kemudian berobat ke RS Mitra Keluarga, kalau tidak salah, dia datang ke sana, dia adalah pasien yang diyakini, 'ini kayaknya terinfeksi nih'," kata Yuri dalam podcast milik Deddy Corbuzier yang diunggah diakun yutube nya.

Menurutnya, RS memang bisa menolak pasien, namun harus ada alasan yang jelas. Ada mekanisme yang harus dijalankan oleh rumah sakit.

"Regulasi sudah jelas, mungkin tidak mampu merawat, silakan, tapi ada mekanismenya, buat rujukan yang baik, antar dia, atau berikan pemeriksaan penunjang dulu yang lengkap baru dikirimkan," papar Yuri.

Selain itu, Yuri mengakui ada rumah sakit yang menutupi soal pasiennya. Hal itu dilakukan demi menjaga citra rumah sakit karena merawat pasien corona.

Saat ditanya soal sanksi rumah sakit yang menolak pasien corona. Ia menegaskan hal itu pun sudah diatur dalam UU.

Ketentuan soal larangan rumah sakit menolak pasien termuat dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Yakni pada Pasal 32, yang berbunyi:

(1) Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, wajib memberikan pelayanan kesehatan bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecacatan terlebih dahulu.

(2) Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien dan/atau meminta uang muka.

Pasal tersebut pun mengandung ketentuan pidana. Yakni termuat pada Pasal 190 yang berbunyi:

(1) Pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan yang melakukan praktik atau pekerjaan pada fasilitas pelayanan kesehatan yang dengan sengaja tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien yang dalam keadaan gawat darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2) atau Pasal 85 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan terjadinya kecacatan atau kematian, pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan tersebut dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).




Berita Lainnya

Pasukan Brimob Bagikan Paket Sembako ke Warga

30/05/2020 08:00 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA