Tuesday, 07 Jul 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Polisi Tangkap Pria Penggorok dan Buang Mayat Warga ke Sungai di Medan

Aisyah Isyana - 16/03/2020 21:30

Beritacenter.COM - Muhammad Antoni Akbar alias Toni (32), harus berurusan dengan polisi lantaran diduga telah membunuh seorang pria dan membuang mayatnya ke Sungai Danai. Korban yang tak diketahui identitasnya itu tewas dihabisi pelaku yang menduhnya sebagai pencuri.

"Pelaku penggorok seorang pria belum diketahui identitasnya itu ditangkap. Dia Muhammad Antoni Akbar alias Toni (32) warga Jalan Menteng VII Gang Bahagia Kelurahan Menteng Kecamatan Medan Denai. Motif tersangka membunuh hanya karena menuduh korban sebagai pencuri," kata Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji di Polsek Medan Area, Senin (16/3/2020).

Kejadian bermula saat Toni mendapati korban melintas di area gubuknya, di pinggiran Sungai Denai, Jum'at (13/3) sore. Kala itu, Toni langsung memanggil korban dan menanyakan apakah dia hendak mencuri. Setelah itu, Toni langsung menyeret korban ke dalam gubuknya. Disana, dia masih mengintrogasi korban yang kaki dan tangannya sudahb diikat pelaku.

Setelahnya, korban yang tengah dalam posisi tiarap dengan kaki-tangan terikat, seketika dijambak pelaku. "Korban ditiarapkan ke lantai (Jumat) sekitar pukul 18.30 WIB lalu digorok pelaku, tidak ada motif lain pelaku merasa si korban ingin melakukan pencurian," jelasnya.

Setelah menghabisi nyawa korban, Toni kemudian membuang jasadnya ke Sungai Danai. Tak beberapa lama, jasad korban ditemukan oleh warga pada Sabtu (14/3) sore. Polisi kemudian langsung melakukan penyisiran disekitar TKP penemuan mayat.

Saat tengah menyisir TKP, personel Polsek Medan Area mendapati Toni keluar dari gubuknya di pinggiran sungai dan seketika langsung kabur melarikan diri. "Sempat dikejar tapi saat itu pelaku berhasil kabur," terang Irsan.

Polisi langsung mencari tahu identitas pelaku yang tiba-tiba kabur saat tengah menyisir TKP. Selain itu, polisi juga mengecek gubuk pelaku dan emndapati pisau dan bekas ceceran darah.

"Saat ditangkap tersangka sembunyi di bawah kolong tempat tidur. Dari pemeriksaan tersangka tidak ada gangguan kejiwaan," ujar Irsan.

Pasca terjadinya insiden itu, polisi juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika ada yang kehilangan anggota keluarganya. Terlebih, polisi tak medapati identitas korban yang diketahui berjenis kelamin laki-laki tersebuit. "Sampai saat ini status korban Mr X," jelasnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, Toni dijerat dengan Pasal 338 Jo 340 KUHP. Dia terancam hukuman penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA