Tuesday, 24 Nov 2020
Temukan Kami di :
Nasional

FPI Dan PA212 Cari Panggung Dengan Jual Agama Sebagai Komoditas

Anas Baidowi - 13/03/2020 13:28

Beritacenter.COM - Kelompok organisasi masyarakat (Ormas) Islam, Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U), dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 dinilai mencari panggung dengan menjual agama sebagai komoditas. Hal itu diungkapkan Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wasisto Raharjo jati saat menyoroti aksi demontrasi mereka di Kedutaan Besar (Kedubes) India.

"Sebenarnya ormas macam FPI ini kan cuman berusaha mencari panggung dengan jualan Islam sebagai komoditasnya," kata Wasisto, dikutip dari Tagar, Kamis (12/3).

Dia sangat menyayangkan aksi pembakaran bendera yang dilakukan olek kelompok ormas tersebut. Menurutnya, itu berpotensi menimbulkan krisis diplomatik antara Indonesia dengan India.

"India bisa saha marah dengan aksi itu dan kemudian menarik Dubesnya dari Jakarta. Hal itu jelas berdampak relasi multisektro yang dibanguna dua negara selama ini," katanya.

Sementara itu pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta Ujang Komarudin juga menyampaikan hal yang sama. Ia mengatakan aksi pembakaran bendera India dan ancaman sweeping kepada warga India di Indonesia oleh FPI, GNPF-U dan PA212, akan mencoreng reputasi Indonesia.

"Pembakaran bendera itu tidak dibolehkan, juga melakukan anarkisme, melakukan sweeping, itu tidak boleh. Itu akan mencoreng wajah kita sendiri atau (wajah) mereka sendiri," katanya, Kamis (12/3).

Sebelumnya, Dubes India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat menganggap ketiga ormas yang menggelar aksi demontrasi pada Jumat (6/3) tergolong sebagai kelompok ekstremis.

"Golongan ekstremis ini idenya menyebarkan ketakutan sehingga orang-orang panik. Bila kita takut dan panik, mereka menang. Jadi tidak akan merespon hal-hal seperti itu," kata Pradeep di Kedubes India.

Bentrok Hindu-Muslim di India disebabkan adanya undang-undang (UU) Kewarganegaraan yang disahkan parlemen India pada Desember 2019. Pemeluk agama Hindu-Islam bertikai hingga menelan korban jiwa.

Isi UU tersebut mengatur soal imigran yang rata-rata berasal dari Pakistan, Afganistan, dan Bangladesh bisa memperoleh status kewarganegaraan India. Tapi tidak untuk bagi yang beragama Islam.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA