Tuesday, 07 Jul 2020
Temukan Kami di :
Kesehatan

Lebih Ganas Dari Corona, Penderita DBD Melonjak Tajam di Tangsel, Depok dan Bekasi

Anas Baidowi - 12/03/2020 09:49

Beritacenter.COM - Masyarakat saat ini fokus terhadap penanganan virus corona yang penyebarannya semakin pesat di penjuru dunia. Wabah musiman DBD di Indonesia justru luput dari perhatian, setidaknya sejak awal tahun 2020 DBD di NTT sudah merenggut 32 jiwa. Jika ditotal seluruh Indonesia berapa jumlah yang meninggal?.

Sementara virus corona di Indonesia baru menelan korban meninggal satu orang dari 34 kasus terkonfirmasi positif corona.

Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Depok, dan Bekasi melonjak tajam, sudah ada dua orang di Tangsel yang meninggal dunia akibat DBD.

"Di Tangsel awal Januari sebanyak 29 orang dan Februari menjadi 41 orang," kata Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, Rabu (11/3).

Dari jumlah tersebut, dua pasien DBD dikabarkan meninggal dunia. Selain karena DBD, keduanya diduga meninggal akibat penyakit penyerta yang aktif saat demam.

Angka penderita DBD tertinggi berada di Pamulang dan Ciputat. Di bulan Januari penderita DBD di Ciputat sebanyak 11 kasus, Pamulang 7 kasus dan kecamatan lain hanya ada dua dan tiga kasus.

Pada bulan Februari 2020 di Pamulang bertambah menjadi 17 kasus, Ciputat 9 orang, dan di bulan Maret Pamulang 5 kasus.

Tidak luput dari kasus DBD, Dinas Kesehatan Kota Depok mencatat jumlah penderita demam berdarah mencapai 288 orang hingga pada kuartal I/2020 ini.

"Total ada 288 pasien. yang meninggal datanya masih di cek," kata Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita.

Sementara itu, penyakit mematikan dari gigitan nyamuk aedes aegyoti masih menghawatirkan. Selama lima bulan terakhir terdapat 610 kasus.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezi Syukrawati mengatakan, jumlah tersebut tercatat dari awal Januari hingga Mei 2019. Rinciannya adalah, pada Januari ada 75 kasus, Februari menurun jadi 53 kasus, dan Maret kembali melonjak hingga 200 kasus.

Segala upaya pencegahan dilakukan pemerintah daerah, sehingga pada April angkanya menurun jadi 152 kasus. Di bulan Mei kembali turun ke angka 130 kasus sehingga jika ditoal ada 610 kasus mulai Januari-Mei 2019.

 




Berita Lainnya

Awas! Makanan Ini Jangan Disimpan di Kulkas

04/07/2020 18:25 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA