Wednesday, 22 Sep 2021
Temukan Kami di :
Internasional

Antisipasi Covid-19, WNI di Arab Saudi Diimbau Tak ke Mekah, Madinah, dan Qatih

Aisyah Isyana - 10/03/2020 08:58

Beritascenter.COM - Teken imbauan untuk warga negara Indonesia (WNI) terkait penyebaran Corona, KBRI meminta agar seluruh WNI yang tinggal di Arab Saudi untuk tak melakukan perjalanan ke Mekah, Madinah, dan Qatif.

Pemerintah Arab Saudi telah mengkarantina wilayah Qatif dan menghentikan sementara semua layanan umum dan swasata, kecuali dalam kondisi darurat. Jika dalam keadaan mendesak, WNI di Qatif dan kota-kota di Arab Saudi lainnya dapat menghubungi nomor hotline KBRI Riyadh maupun KJRI Jedah.

Baca juga : Soal 7 Pasien Corona RI Tertular dari Negara Lain, Pemerintah: Sistem Kita Berjalan

"KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI di Arab Saudi untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan ke Kota Mekkah, Madinah, dan Qatif," demikian salah satu poin dalam surat edaran dari KBRI Riyadh, Selasa (10/3/2020).

Pemerintah Arab Saudi telah menutup perjalanan baik di laut dan udara ke 9 negara, yakni Bahrain, Mesir, Irak, Italia, Kuwait, Lebanon, Korea Selatan (Korsel), Suriah dan Uni Emirat Arab (UEA) guna mengatisipasi Covid-19. KBRI Riyadh mengibau agar WNI di Arab Saudi tidak melakukan perjalanan menggunakan penerbangan dari 9 negara tersebut.

"Guna menghindari kendala dalam perjalanan ke luar dan masuk ke Arab Saudi, untuk sementara waktu tidak menggunakan maskapai penerbangan dari negara-negara di atas, antara lain Emirates, Etihad Airways, Kuwait Airways, Gulf Air, Egypt Air," tulis edaran tersebut.

WNI juga diimbau untuk sberkoordinasi dengan maskapai terkait dimaksud. "Serta selalu berkoordinasi dengan maskapai penerbangan yang akan digunakan untuk mengantisipasi pembatalan penerbangan pada saat terakhir sebelum keberangkatan," lanjutnya.

KBRI Riyadh juga meminta WNI berhati-hati dan tak sembarangan menyebarkan informasi soal virus Corona di Arab Saudi. Ada ancaman pidana dan denda sebesar 3 juta riyal untuk penyebar berita hoax soal Corona di Saudi.

"WNI di Arab Saudi juga perlu berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi terkait virus Corona, mengingat ancaman bagi penyebar hoax di Arab Saudi yang sangat tinggi, yaitu denda SAR 3 juta dan penjara 5 tahun," tulisnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA