Tuesday, 07 Jul 2020
Temukan Kami di :
Teknologi

Gencar Patroli Siber, Bareskrim Tindak 5 Kasus Penyebaran Hoax Terkait Corona

Aisyah Isyana - 06/03/2020 01:11

Beritacenter.COM - Berdasarkan hasil pemantauan dan patroli siber di dunia maya dalam sepekan terakhir, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mendapati adanya lima berita hoax soal virus Corona. Kasus berita hoax itu diketahui berasal dari berbagai daerah.

"Untuk penindakan berita hoaks terkait virus corona, kami menindak lima kasus. Rinciannya ‎satu kasus di Banten, dua kasus di Kalimantan Timur dan dua kasus di Kalimantan Barat," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Asep Adisaputra di Bareskrim Polri, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (5/3/2020).

Baca juga : Penumpang Tak Boleh Turun, Kapal Viking Sun di Tanjung Emas Hanya Untuk Isi Logistik

Adapun modus berita hoax itu, yakni diantaranya soal penyampaian berita bohong soal adanya informasi WNA terjangkit Corona, hingga adanya imbauan agar masyarakat menjauhi WNA.

Selain itu, ada juga berita hoax dalam bentuk video yang menyebutkan adanya pasien yang memiliki gejala flu dan pilek di sebuah rumah sakit. Pasien itu kemudian disebut sebagai suspect atau terduga Corona.

"Padahal sesungguhnya tidak seperti itu. Berita-berita hoaks seperti tadi kami lakukan penindakan hukum, dijerat dengan Undang-Undang Pidana dan UU ITE karena mereka telah menimbulkan keresahan di masyarakat," tegas dia.

Sebelumnya, Asep menyebut Polri melakukan patroli siber terkait penyebaran berita hoax di sosial media, sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat setelah Presiden Jokowi mengumumkan adanya WNI positif Corona. Untuk itu, Asep berharap masyarakat dapat lebih bijak lagi dalam menggunakan sosial media.

"Kita setiap hari melakukan patroli siber di dunia maya. Kalau ditemukan adanya hoaks, kita tidak ragu menindak," tutur Asep di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Selasa (3/3).

"Mengingat hoaks berpengaruh negatif di masyarakat. Kami mengimbau bijak menggunakan sosial media. Ketenangan masyarakat saat ini dibutuhkan, salah satunya dalam aspek pemberitaan," sambungnya.

Asep menambahkan, adanya fenomena yang terjadi saat ini, yang menjadi salah satu dampak penggunaan media sosial terait virus Corona, yakni seperti terjadinya panic buying.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA