Saturday, 15 Aug 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Ketua KPK Sebut Seni dan Puisi Bisa Jadi Sarana Memerangi Korupsi

Baharuddin Kamal - 01/03/2020 15:13 Ketua KPK, Firli Bahuri.

Beritacenter.COM - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyampaikan puisi yang ditulisnya pada malam Apresiasi Puisi 'Seni vs Korupsi', yang diselenggarakan Radio Republik Indonesia (RRI) Sabtu (29/2) malam. Menurutnya, bahwa seni dan sastra termasuk puisi dapat menjadi salah satu sarana membangkitkan kesadaran anti-korupsi.

"Tujuannya lebih dari ekspresi seni. Tapi penegasan bahwa segala saluran harus digunakan untuk membangun budaya anti-korupsi," ujar Firli dalam keterangannya pada Minggu (1/3/2020).

Firli menjelaskan, betapa indahnya Indonesia dengan tidak adanya para pelaku korupsi. Dia juga meminta masyarakat untuk mencintai bangsa dengan melawan korupsi.

"Sungguh indahnya kedamaian dan kebhinekaan di negeri ini. Tetapi suasana ini bisa hilang seketika ketika nafsu dibakar dengan niat memperkaya diri dan korupsi terus bersemi," kata Firli.

Firli mengaku tidak khawatir bila nantinya ada yang mengkritik aksi baca puisinya. Karena, lanjut Firli, tugas KPK bukan hanya menangkap para koruptor.

"Mungkin akan ada yang mencibir. Kenapa Ketua KPK bukannya berburu koruptor, tapi malah berpuisi. Patut dicatat, tugas KPK bukan cuma berburu koruptor. Tapi mengajak masyarakat dengan menggunakan sarana apapun untuk melawan korupsi mulai dari diri sendiri," tegas Firli.

Tak hanya membacakan puisi, Firli juga mengingatkan tamu yang hadir untuk melaporkan kepada KPK apabila memiliki informasi keberadaan tujuh buronan, termasuk Nurhadi dan Harun Masiku.

Selain Firli, sejumlah pejabat juga hadir dan ikut membacakan puisi, antar lain: Jaksa Agung ST Burhanuddin, Wadir Tipikor Bareskrim Mabes Polri dan Ketua BPK Agung Firman Sampurna.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA