Saturday, 15 Aug 2020
Temukan Kami di :
Investasi

Atasi Impor LPG, Pertamina Bakal Bangun 4 Pabrik Gasifikasi Batu Bara

Anas Baidowi - 26/02/2020 12:24

Beritacenter.COM - PT Pertamina (Persero) mengatakan akan mengatasi ketergantungan impor Elpiji (LPG/Liquified Petrolium Gas) dengan membangun 4 pabrik DME (Dimetil Eter).

Pembangunan 4 pabrik DME sebagai proses gasifikasi batu bara yang didasari karena ketergantungan Indonesia masih cukup tinggi atas LPG yang mencapai 70 persen kebutuhan LPG nasional atau 5 juta metric ton per tahun dari impor.

"Dengan pembangunan 4 pabrik akan memenuhi kebutuhan impor LPG sekitar 5 juta metric ton," kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, saat rapat dengan Komisi VI DPR, Selasa (25/2/2020).

Nike menyampaikan, Indonesia masih impor 5 juta metric ton selama ini, dan untuk memenuhi kebutuhan tersebut Perusahaan plat merah itu memerlukan sekitar 4 lokasi pembangunan pabrik. Dengan 4 pabrik tersebut pertamina berharap bisa menyerap batu bara kalori rendah yang kini tak terpakai lantaran PT PLN (Persero) tidak lagi menggunakan.

"Sebelumnya kan digunakan PLN sebagai pembangkit listrik, tapi sekarang pemerintah sudah ada kebijakan, jadi karena memang tidak dapat digunakan sebagai apa-apa, ini kami proses di coal gasification (gasifikasi batu bara)," katanya.

Batubara kalori rendah nantinya akan diproses menjadi sin gas, yang berujung pada produksi DME. Nicke berharap DME yang telah diproduksi bisa dijadikan subtitusi impor LPG.

"Ini rencana besar Pertamina dalam konteks meningkatkan new anf renewable energy di dalam bauran energi nasional," tuturnya.

Nicke mengkalaim Pertamina telah melakukan percobaan dengan PTBA menggunakan teknologi dari Air Product asal Amerika.

"Kami nanti bisa memproses 6 juta ton batu bara menjadi 1.4 metric ton DME, teknologi kami dengan PTBA menggunakan air Product Amerika," tuturnya.

Dalam rencana ini, Pertamina akan menggelontorkan nilai investasi sekitar US$2,5 miliar demi melakukan upaya gasifikasi tersebut.

"Itu dari hulu ke hilir, kenapa? karena kami prosesnya mulai dari batubara, diproses gasifikasi jadi sin gas, itu juga diubah DME dan juga methanol. Jadi itu US$2,5 miliar itu sudah sampai total investasi," tuturnya.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA