Wednesday, 27 May 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Banjir Jakarta Terus Berulang, Pengamat Tata Kota: Kinerja Anies Tak Jelas

Lukman Salasi - 26/02/2020 12:16

BeritaCenter.COM – Kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus mendapat kritikan karena Jakarta berkali-kali dilanda banjir setelah hujan deras mengguyur.

Seperti diketahui, Jakarta sudah berulang kali dilanda banjir di awal tahun 2020. Tercatat, banjir pernah terjadi pada 1 Januari 2020, 23 Febuari 2020 dan kini 25 Februari 2020.

"Banjir hari ini lebih banyak disebabkan hujan lokal bukan banjir kiriman. Luapan air sungai, luberan air dan saluran air menunjukkan memang tidak ada penanganan pembenahan sungai dan perbaikan saluran air kota yang signifikan," kata pengamat tata kota Nirwono Yoga, Selasa (25/2/2020).

"Gubernur DKI Jakarta terlihat tidak ada upaya serius pencegahan mengatasi banjir sejak awal Januari hingga banjir hari ini. Tidak ada upaya serius penanganan banjir inilah yang membuat frustrasi warga, terutama warga yang terdampak banjir (lagi) hari ini," sambungnya.

Nirwono menyoroti Anies yang justru fokus mengurusi program-program revitalisasi hingga Formula E. Padahal, menurutnya, seharusnya Anies bisa fokus membenahi bantaran sungai hingga merehabilitasi saluran air.

"Gubernur DKI malah sibuk ngurusin revitalisasi dan Formula E di Monas pascabanjir awal tahun hingga hari ini. Jakarta memang rawan banjir dari dulu. Tetapi yang membedakan antara gubernur serius apa tidak mengatasi banjirnya? Misal mulai dari membenahi bantaran sungai, merehabilitasi saluran air, merevitalisasi situ danau, embung waduk, memperbanyak RTH (ruang terbuka hijau) baru untuk daerah resapan air," tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Universitas Trisakti Yayat Supriatna. Yayat mempertanyakan apakah Pemprov DKI pernah melakukan audit terhadap kapasitas sistem drainase di Jakarta. Padahal, menurutnya, hal ini penting dilakukan mengingat curah hujan yang tinggi.

"Tidak pernah ada audit yang menjelaskan kapasitas sistem drainase kita. Untuk perkiraan hujan curah hujannya. Hari ini kan curah hujannya 240 mm hingga hampir 290 mm dalam satu kawasan. Artinya dengan ketinggian curah hujan seperti itu, sistemnya masih bisa apa tidak? Kalau sistemnya tidak bisa diperkirakan, ya sudah, terima masalahnya," ujar Yayat, Selasa (22/2).

Dia kemudian menyoroti kebijakan revitalisasi trotoar yang gencar dikerjakan oleh Anies. Salah satunya ialah revitalisasi trotoar di Cikini, Jakarta Pusat.

"Apakah pembangunan trotoar akhir-akhir ini sudah memmikirkan tumpahan airnya, karena jatuh di jalan. Apakahnya lubangnya terlalu kecil? Hingga akhirnya airnya ngantri. Stasiun Cikini sekarang kebanjiran, jarang itu. Ada kemungkinan besar karena revitalisasi trotoar di Cikini," ungkapnya.




Berita Lainnya

Menuju New Normal, Ini yang Jadi Acuan Jokowi

27/05/2020 13:57 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA