Friday, 03 Jul 2020
Temukan Kami di :
News

Pulangkan WNI Eks ISIS, Mahfud Md: Hanya Anak Yatim Piatu Dibawah 10 Tahun

Aisyah Isyana - 24/02/2020 20:25

Beritacenter.COM - Menko Polhukam Mahfud Md menyebut pemerintah masih melakukan identifikasi tehadap anak-anak WNI eks ISIS. Mahfud menyebut, pemerintah berencana untuk memulangkan anak yatim piatu WNI eks ISIS.

Dia menyebut hal itu sebagai kebijakan yang sudah resmi ditetapkan. "Itu tentu dikerjakan sesuai dengan keputusan rapat itu," Kata Mahfud di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).

Baca juga : WNI ABK Diamond Princess Juga Akan Diobservasi di Pulau Sebaru Jika Dievakuasi

"Kita sekarang pada tahap permulaan mengidentifikasi kalau ada anak yang berada berumur di bawah 10 tahun, itu akan dilakukan bagaimana penjemputannya bagaimana pembinaannya dan terus dikoordinasikan," sambungnya.

Menurutnya, saat ini data-data mereka WNI eks ISIS dan anak-anaknya masih belum boleh diumumkan. Dia hanya menyebut jika pemerintah akan memulangkan anak-anak yatim-piatu dibawah usia 10 tahun.

"Cuman sampai sekarang belum ada yang boleh atau belum ada yang akan diumumkan dulu tentang orang-orangnya. Tapi kita ke prinsipnya saja dulu lah bahwa anak-anak di bawah 10 tahun yang yatim piatu itu akan dipulangkan, itu kebijakannya sudah resmi," tuturnya.

"Untuk kapan dan di mananya itu ada yang bersifat tertutup pengerjaannya kemudian ada yang memang belum boleh diumumkan kepada publik," sambungnya.

Bicara soal teknis pemulangan, Mahfud menyebut hal itu sebagai persoalan yang mudah. Menurutnya, hal terpenting saat ini adalah apakah anak-anak itu sudah betul memenuhi syarat untuk pemulangan atau tidak.

"Kalau teknis pemulangan itu gampang aja kalau sudah ketemu dan sudah betul memenuhi syarat untuk dipulangkan, kalau itu mungkin bisa aja lewat dijemput, dibawa dan sebagainya itu teknis," ucapnya.

Selain itu, Mahfud menyebut segaka proses identifikasi akan dilakukan oleh tim gabungan yang diketuai Kepala BNPT Suhardi Alius.

"Tetapi sekarang itu kita baru pada tahap inventarisasi apa betul ada yang berusia di usia 10 tahun itu. Kalau ada itu ada di camp yang mana atau di negara mana, ini semua masih dalam proses identifikasi yang dilakukan oleh tim gabungan yang pimpinannya itu BNPT," tutur dia




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA