Monday, 02 Aug 2021
Temukan Kami di :
News

'Hamil di Kolam Renang' Jadi Olok-olokan, Komisi VIII: Jadi Pelajaran, Selektif Pilih Komisioner

Saya kira yang bersangkutan harus sensitif dan peka terhadap tuntutan masyarakat, terutama netizen. Apa yang disampaikan Sitti Hikmawaty menjadi bahan olok-olokan publik

Aisyah Isyana - 23/02/2020 19:35

Beritacenter.COM - Komisi VIII DPR mengaku prihatin soal peryataan Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty yang menyebut wanita bisa hamil di kolam renang yang ada laki-lakinya. Meski Sitti sudah meminta maaf, Komisi VIII menyayangkan adanya pernyaataan yang tak dapat dipertanggung jawabkan tersebut.

"Saya sangat prihatin dengan pengetahuan seorang Komisioner KPAI yang menyebut 'hamil di kolam renang'. Pandangannya tidak mencerminkan seorang yang seharusnya mengetahui secara mendalam tentang alat-alat reproduksi," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Minggu (23/2/2020).

Baca juga : Komisioner KPAI 'Sitti' Minta Maaf soal Statement 'Wanita Bisa Hamil di Kolam Renang'

Dia menyebut kehebohan yang dibuat Sitti membuat Komisi VIII akan lebih selektif lagi dalam memilih Komisioner KPAI kedepannya. Ace menyebut kejadian ini sebagai bahan evaluasi pihaknya. Dia berharap, kedepannya Komisioner dapat lebih bijak menyampaikan sesuatu berdasarkan pengetahuan yang dapat dipertanggung jawabkan.

"Ini jadi pelajaran bagi Komisi VIII untuk lebih selektif lagi memilih Komisioner KPAI ke depan. Tidak boleh seorang Komisioner KPAI menyampaikan pengetahuan yang berasal dari sumber pengetahuan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

"Saya kira yang bersangkutan harus sensitif dan peka terhadap tuntutan masyarakat, terutama netizen. Apa yang disampaikan Sitti Hikmawaty menjadi bahan olok-olokan publik," sambung politikus Golkar itu.

Diberitakan sebelumnya, Komisioner KPAI Sitti Hikmawatti meminta maaf atas statemennya yang menyebut wanita bisa hamil di kolam renang. Dia mengaku jika pernyataan itu merupakan statement pribadinya, sama sekali bukan dari KPAI. Untuk itu, dia meminta maaf dan meminta publik tak menviralkan apa yang sudah disampaikannya sebelumnya.

"Saya meminta maaf kepada publik karena memberikan statement yang tidak tepat. Statement tersebut adalah statement pribadi saya, bukan dari KPAI," tutur komisioner yang membidangi Kesehatan, Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) itu, Minggu (23/2).

"Saya mohon semua pihak untuk tidak menyebarluaskan lebih jauh atau memviralkannya," sambungnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA