Monday, 30 Mar 2020
Temukan Kami di :
Internasional

Minta Konflik Disudahi, UNICEF: Serangan Udara di Yaman Tewaskan 19 Anak!

Aisyah Isyana - 21/02/2020 18:51

Beritacenter.COM - UNICEF mengkonfirmasi tewasnya 19 anak-anak dan puluhan warga sipil dalam serangan udara yang dilakukan pesawat militer koalisi Arab Saudi di provinsi al-Jawf, Yaman. Badan anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini juga merinci jumlah korban lainnya.

"UNICEF dengan sedih mengonfirmasi bahwa serangan baru-baru ini di al-Jawf, utara Yaman, pada 15 Februari lalu, merenggut nyawa 19 anak-anak (8 anak laki-laki dan 11 anak perempuan) dan melukai 18 anak lainnya (9 anak laki-laki dan 9 anak perempuan)," demikian pernyataan badan anak PBB (UNICEF) seperti dilansir Press TV, Jumat (21/2/2020).

Dalam hal ini, UNICEF menyuarakan agar pihak-pihak yang bertikai di Yaman untuk segera mengakhiri konflik yang sudah terjadi bertahun-tahun tersebut. Terlebih, konflik itu juga sudah memakan banyak korban jiwa.

"Peningkatan kekerasan yang mengkhawatirkan selama beberapa minggu terakhir adalah pengingat yang keras bahwa anak-anak di Yaman terus memikul beban terberat dari konflik," demikian disampaikan UNICEF dalam pernyataannya.

Sedikitnya ada lebih dari 30 warga sipil tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan udara yang dilancarkan koalisi Arab Saudi, pada 15 Februari 2020 lalu. Laporan televisi al-Masirah yang dikelola pemberontak Houthi menyebutkan, jet-jet tempur Saudi dan koalisi telah melncarkan 8 serangan udara ke kawasan pemukiman di distrik Maslub, provinsi Jawf.

"Laporan awal di lapangan menunjukkan, sebanyak 31 warga sipil tewas dan 12 orang lainnya luka-luka dalam serangan yang menghantam daerah al-Hayjah, distrik al-Maslub di provinsi al-Jawf," demikian statemen kantor koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman saat itu.

Koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman, Lise Grande, angkat bicara soal jatuhnya korban warga sipil dalam insiden tersebut. "Begitu banyak orang tewas di Yaman -- ini tragedi dan tak bisa dibenarkan. Di bawah hukum kemanusiaan internasional, pihak-pihak yang melakukan kekerasan wajib melindungi warga sipil," jelas Lise Grande.

"Lima tahun sudah konflik ini dan pihak-pihak yang berperang masih gagal menegakkan tanggung jawab ini. Itu mengejutkan," cetusnya.




Berita Lainnya

Pemerintah Spanyol Ancam Warganya Keluar Rumah

27/03/2020 19:52 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA