Friday, 27 Nov 2020
Temukan Kami di :
News

MUI Jabar ke Massa Aksi 212: Silahkan Demo, Tapi Jangan Sekali-kali Anarkis!

Jangan sekali-kali melakukan hal anarkisme. Kalau sudah anarkis, terlepas tujuannya baik, tapi itu sudah melanggar hukum. Bukan hanya hukum pemerintah, tapi hukum agama

Aisyah Isyana - 20/02/2020 18:41

Beritacenter.COM - MUI Jawa Barat berpesan kepada massa gabungan Front Pembela Islam (FPI), GNPF Ulama, dan Alumni Persaudaraan (PA) 212 yang rencananya akan menggelar aksi di depan Istana Negara, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Massa aksi 212 asal Jabar diimbau untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban dalam mengikuti kegitan yang rencananya akan digelar Jum'at besok. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Umum MUI Jabar Rafani Achyar.

Baca juga :

"Soal demo itu hak warga negara. Sepanjang memenuhi aturan, silakan saja, itu hak demokrasi masing-masing," kata Rafani via sambungan telepon, Kamis (20/2/2020).

Rencananya, aksi massa 212 itu akan digelar setelah salat Jum'at, atau sekira pukul 13.30 WIB. Sejumlah peserta aksi massa 212 rencananya akan melaksanakan salat Jum'at di masji sekitar Patung Kuda.

"Jangan sekali-kali melakukan hal anarkisme. Kalau sudah anarkis, terlepas tujuannya baik, tapi itu sudah melanggar hukum. Bukan hanya hukum pemerintah, tapi hukum agama," Rafani menegaskan.

Rafani juga angkat suara soal tema 'Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI' yang diusung massa aksi 212. Dia menilai, hal itu akan lebih baik dilakukan secara konkret ditunjukkan bukti.

"Boleh saja, tapi itu akan lebih bagus secara konkret ditunjukkan bukti. Bukan hanya menuduh, bukan hanya mengangkat isu, tapi harus ditunjukkan juga bukti-bukti. Apalagi sifatnya tuduhan tanpa fakta dan data, itu tidak boleh juga," tutur Rafani.

Untuk diketahui, Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif menyebut puluhan ribu orang akan turun dalam aksi yang berpusat di depan Istana Negara, Jakarta. Sementara titik kumpul peserta aksi akan difokuskan di Patung Kuda.

"Estimasi massa insyaallah kita yakin puluhan ribu," kata Slamet dalam konferensi pers di aula Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (19/2).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA