Friday, 03 Apr 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Jokowi Ingin Pariwisata Indonesia Mampu Lampaui Negara Tetangga

Baharuddin Kamal - 17/02/2020 19:22 Jokowi saat memimpin rapat terbatas membahas peningkatan pariwisata Indonesia, di Kantor Presiden, Jakarta.

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, daya saing pariwisata Indonesia dalam Travel and Tourism Competitiveness Index dari tahun ke tahun semakin baik. Namun, dia mengaku masih kalah oleh negara-negara ASEAN.

Pada 2015 Indonesia berada di peringkat 50, kemudian naik menjadi peringkat 42 pada 2017, dan naik lagi menjadi peringkat ke 40 pada 2019.

Dalam rapat yang turut dihadiri oleh Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin dan sejumlah menterinya, Jokowi mengatakan, bahwa Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di ASEAN seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

"Saya meminta hal tersebut dijadikan catatan untuk perbaikan peringkat Indonesia ke depannya," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas yang membahas peningkatan pariwisata Indonesia, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020).

"Kalau dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita, misalnya Singapura berada di peringkat 17, Malaysia 29, dan Thailand 31. Saya kira ini menjadi catatan kita ke depan dalam rangka memperbaiki dari 4 subindeks dan 14 pilar yang menjadi tolok ukur indeks daya saing pariwisata dunia," tambahnya.

Menurut Jokowi, Indonesia memiliki 5 keunggulan dibandingkan negara lain, yaitu yang berkaitan dengan daya saing harga, prioritas kebijakan, daya tarik alam, keterbukaan, serta daya tarik budaya dan kunjungan bisnis.

"Kita masih lemah dalam lima pilar lainnya yaitu, di bidang lingkungan yang berkelanjutan, kesehatan dan kebersihan, infrastruktur pariwisata, ini yang dalam pembenahan terus, kemudian keamanan, kemudian yang juga masih kurang di kesiapan teknologi informasi. Saya kira catatan-catatan ini harus kita jadikan kita dalam bekerja ke depan dengan target-target yang terukur dan jelas," ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga membahas mengenai upaya pemerintah untuk mengatasi dampak wabah virus korona terhadap sektor pariwisata. Salah satu upaya yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah adalah pemberian diskon atau insentif, baik untuk wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus).

"Diskon atau insentif bagi wisman yaitu 30 persen dari tarif riil. Tapi nanti kita putuskan, ini belum diputuskan. Mungkin kita beri waktu selama 3 bulan ke depan, untuk destinasi-destinasi yang nanti juga akan kita putuskan," jelas Jokowi.




Berita Lainnya

Alhamdulillah, Menhub Budi Karya Sudah Membaik

02/04/2020 21:01 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA