Thursday, 13 Aug 2020
Temukan Kami di :
Nasional

JPU KPK Tuntut Eks Dirut PT INTI 3 Tahun Penjara

Baharuddin Kamal - 17/02/2020 16:16 Gedung KPK.

Beritacenter.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI), Darman Mappangara. Selain itu, Darman juga diminta membayar denda sebesar Rp200 Juta subsidair lima bulan kurungan.

Dalam kasus ini, Darman terbukti bersalah karena telah menyuap Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Angkada Pura II (Persero) atau AP II, Andra Yastrialsyah Agussalam sebesar 71.000 dolar Amerika Serikat dan 96.700 dolar Singapura.

"Menyatakan, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, tepah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Jaksa Haerudin saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2020).

Haerudin mengatakan, pemberatan hukuman jaksa terhadap Darman karena dia dianggap telah menyalahgunakan kekuasaan dan telah mengabaikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam menjalankan bisnis usaha PT INTI selaku perusahaan BUMN.

Jaksa menilai Darman merupakan pelaku aktif dan melibatkan orang lain dalam melakukan kejahatan. Terdakwa juga dianggap sengaja menutupi kejahatan suap-menyuapnya serta tidak mengakui dan menyesali perbuatannya.

Atas perbuatannya, Darman dinilai melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Menanggapi tuntutan tersebut, Darman mengaku akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi. Rencananya, nota pembelaan itu akan dibacakan dalam sidang Senin pekan depan.

"Lanjut dengan pembelaan yang diajukan pribadi dan PH (penasihat hukum) saya," kata Darman.

Dalam perkara ini, Darman didakwa menyuap Direktur Keuangan PT AP II Andra Yastrialsyah Agussalam senilai 71.000 dolar Amerika Serikat dan 96.700 dolar Singapura.

Suap itu diduga untuk memuluskan kontrak kerjasama PT INTI terkait proyek Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Propertindo (PT APP). Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan pihak swasta, Andi Taswin Nur.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA