Friday, 03 Apr 2020
Temukan Kami di :
News

Pemuda Adat Papua Bantah Pernyataan Provokatif Veronika Koman

Anas Baidowi - 16/02/2020 19:42

Beritacenter.COM - Ketua Umum Pemuda Adat Papua (PAP), Yan Christian Arebo menyayangkan pernyataan atau laporan pengacara HAM Veronika Koman yang menyebut 57 tahanan politik dan 234 korban sipil meninggal di Nduga sejak Desember 2018.

Menurut pria yang akrab disapa Christian itu, pernyataan Veronica Koman provokatif, karena tidak ada tahanan politik namun ke 57 tahanan itu adalah dugaan pelaku kriminal.

"Itu laporan ataupun pernyataan yang provokatif, kok disebut tahanan politik?. Padahal ke-57 tahanan itu adalah dugaan pelaku tindak kriminal pada tahun lalu," kata Christian, Minggu (16/2/2020).

Christian meminta agar Veronica tidak hanya mendengar atau tidak hanya mengumpulkan data sepihak. Tapi turun langsung melihat persoalan sebenarnya yang terjadi.

"Kenapa ke-57 orang itu dikatakan sebagai tahanan, karena bertindak kriminal beda dengan status tahanan politik, makanya saya minta (Veronica) bicara fakta dan data, datang langsung jangan hanya terima data lalu bicara di luar seolah-olah ada di Papua. Veronica bisa disebut penyebar hoax atau provokator membuat Papua bergejolak lagi," tegasnya.

"Tindakan hukum untuk pelaku 57 orang tahanan yang diduga sebagai otak kerusuhan atau pembakaran itu sesuai dengan ketentuan pidana, jadi tindaka mereka ini pidana murni bukan politik," lanjutnya.

Oleh sebabnya, Christian mendorong Polda Papua mengambil langkah hukum terkait pernyataan Veronika yang bisa membuat gaduh di Bumi Cenderawasih.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw sudah membantah pernyataan Veronika Koman terkait hal ini. Mantan Kapolda Sumut dan Papua Barat itu, pada Jumat (14/02/2020) mengatakan pernyataan Veronika yang kini berstatus tersangka oleh Polri tersebut tidak benar bahkan memutarbalikkan fakta yang ada. Sebaliknya, 57 tahanan itu mendekam di penjara karena melakukan tindak pidana (kriminal).

"Saya tegas katakan pernyataan seorang saudara Veronica Koman ada 57 tahanan politik, saya katakan tidak benar," tegas Kapolda.

Menurut Kapolda, pihaknya menangani secara profesional lewat penegakan hukum positif sehingga jika ada apa-apa di Papua jangan langsung dikaitkan dengan politik.

"Jangan dari (Australia) sana dapat data simpang siur lalu buang ke publik (di Indonesia bahkan dunia) kami di sini aparat yang ditugaskan negara secara sah dan sebagai perpanjangan tangan negara," pungkasnya.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA