Monday, 21 Sep 2020
Temukan Kami di :
Peristiwa

Kebakaran Pabrik Kosmetik di Sukabumi Bermula dari Percikan Api Menyambar Mesin

Saksi melihat percikan api menyambar mesin kapsul pencucian tabung yang sedang digunakan membersihkan botol-botol untuk kosmetik cair. Kemudian api semakin tambah membesar dan karyawan yang kebanyakan ialah wanita berhamburan keluar

Aisyah Isyana - 14/02/2020 23:57

Beritacenter.COM - Kebakaran menimpa gedung dua lantai di area pabrik kosmetik PT Kino Indonesia, di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jum'at (14/2). Sejauh ini, polisi masih menyelidiki penyebab dan asal sumber api yang melalap gedung tersebut.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran yang melanda pabrik tersebut. Meski begitu, ada sekitar enam pegawai pabrik yang sempat terjebak saat kebakaran terjadi, namun berhasil dievakuasi oleh petugas.

Baca juga : 

"Kejadian sekitar pukul 14.15 WIB, kebakaran di gedung Plant 9 (9A dan 9B). Gedung tersebut merupakan gedung produksi sekaligus gudang penyimpanan bahan baku kosmetik cair yang sangat mudah terbakar," kata Kapolsek Cikembar AKP I Djubaedi.

Adapun cairan mudah terbakar yang disebut Djubaedi yakni diantaranya alkohol dan hidrogen peroxide. Djubaedi menyebut salah seorang saksi sempat melihat percikan api menyambar mesin kapsul pencucian tabung di dalam pabrik.

"Saksi melihat percikan api menyambar mesin kapsul pencucian tabung yang sedang digunakan membersihkan botol-botol untuk kosmetik cair. Kemudian api semakin tambah membesar dan karyawan yang kebanyakan ialah wanita berhamburan keluar," tuturnya.

Sebelum akhirnya kebakaran meluas menghanguskan pabrik, sejumlah karyawan pabrik sempat melakukan upaya pemadaman dengan alat pemadam api ringan (APAR). Api baru benar-benar dapat dipadamkan petugas Damkar pada malam harinya.

"Sampai pukul 20.00 WIB ini belum dapat dipadamkan secara total. Pihak Damkar masih memadamkan bagian-bagian kecil bangunan yang masih terbakar," ucap Djubaedi.

Sementara soal kerugian yang disebabkan akibat kebakaran, Djubaedi belum mengetahui pasti berapa nominalnya. Kendati begitu, kebakaran itu turut emmbakar habis barang-barang berupa alat produksi dan bahan baku di gedung tersebut.

"Kerugian materi berupa rusaknya bangunan gedung pabrik. Keseluruhan bangunan rusak terbakar berikut barang-barang yang ada di dalamnya berupa alat produksi dan bahan baku. Total nominal kerugian materil belum bisa dipastikan, masih menunggu konfirmasi dari direksi perusahaan," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA