Tuesday, 25 Feb 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Bareskrim Polri Bongkar Praktik Prostitusi Berkedok Kawin Kontrak di Puncak

Baharuddin Kamal - 14/02/2020 18:32 Bareskrim Polri.

Beritacenter.COM - Bareskrim Polri berhasil mengungkap praktik prostitusi wisata seks dan kawin kontrak di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Sebanyak lima orang resmi jadi tersangka dalam kasus ini.

Lima orang tersangka yang ditangkap yakni NN, OK, HS, DOR, dan AB. Para pelaku tersebut ditangkap lantaran telah melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

"Dengan modus booking out (BO), kawin kontrak, dan short time, di daerah Jawa Barat," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono, saat jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020).

Sementara itu, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengungkap peran dari masing-masing pelaku. Nunung Nurhayati dan Oom Komariah alias Rahma yang berperan sebagai penyedia perempuan, Saleh sebagai penyedia warga negara asing yang memesan wanita, Devi Okta Renaldi sebagai penyedia transportasi dan satu warga negara Arab Suadi bernama Almasod Abdul Azis Alim sebagai pemesan perempuan.

"Wisata seks 'halal' di Puncak ini kemudian sudah menjadi isu internasional. Sehingga kami mencoba melakukan penyelidikan di Puncak, kemudian terungkaplah jaringan," ujarnya.

Ferdy mengungkap, dari masing-masing mucikari memiliki 20 perempuan yang siap untuk dikawinkan atau hanya short time. Adapun praktik terlarang ini sudah ada sejak 2015 silam. Dari aksinya itu, lanjut Ferdy, pelaku biasanya mendapatkan untung 40 persen dari tiap perempuan yang melayani kawin kontrak.

"Kalau misalnya dibayar Rp 500 ribu, 40 persen dia dapat. Dibayar dia Rp 5 juta, 40 persen dia dapatnya itu. Sisanya untuk korban itu. Itu hidup bersama, dinikahkan, kemudian setelah itu selesai, mereka kembali ke negaranya masing-masing. Jadi, siapapun bisa menjadi saksi dan penghulu, disahkan lah pernikahan kontrak ini. Kenapa menjadi bisnis? Karena ada supply dan demand. Dan ini dijadikan bisnis, bisnis seks di sana," ungkapnya.


Atas perbuatannya, kelima tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA