Monday, 21 Sep 2020
Temukan Kami di :
News

Soal Rekonstruksi Kasus Novel, Polisi: Ada 10 Adegan dan Beberapa Tambahan

Ada 10 adegan dan beberapa adegan tambahan sesuai dengan pembahasan tadi di lapangan

Aisyah Isyana - 07/02/2020 08:30

Beritacenter.COM - Polisi telah merampungkan proses rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Dalam rekonstruksi yang digelar sejak dini hari itu, polisi menyebut ada 10 adegan yang diperagakan tersangka.

"Ada 10 adegan dan beberapa adegan tambahan sesuai dengan pembahasan tadi di lapangan," kata Wadir Krimum AKBP Dedy Murti, di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/2/2020).

Baca juga :

Dedy menjelaskan beberapa adegan tambahan yang juga dilakukan dalam rekonstruksi tersebut. Dia menyebut adegan tambahan itu merupakan adegan sesuai dengan pembahasan di lapangan bersama jaksa penuntut umum (JPU).

"Sesuai dengan pembahasan tadi di lapangan dengan rekan-rekan JPU. Ini dalam rangka memenuhi petunjuk dari JPU dalam P19 nya ini kami lakukan sesuai dengan apa yang sudah kami bahas sebelumnya," jelasnya.

Adapun proses rekontruksi yang dipastikan Dedy telah memenuhi persyaratan administrasi baik formil maupun materi dalam berkas perkara yang sudah dikirim ke JPU.

"Intinya adalah supaya alat bukti dan keterangan para saksi dan tersangka dapat kami uji di lapangan. Selanjutnya berkas perkara yang sudah kami lengkapi akan kami kirim kembali ke rekan-rekan di Kejaksaan Tinggi DKI," pungkas Dedy.

Diberitakan sebelumnya, proses rekonstruksi terkait kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan digelar jajaran Polda Metro Jaya di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakut, sekira pukul 03.00 WIB dan baru rampung sekira pukul 06.00 WIB.

Adapun kasus penyiraman air keras terhadap Novel ini terjadi saat penyidik senior KPK itu baru saja pulang menunaikan salat subuh di masjid, pada 11 Apiril 2017 lalu. Dalam kasus ini, polisi telah menetap[kan dua orang sebagai tersangka, yakni RM dan RB yang merupakan polisi aktif.




Berita Lainnya

Sah! Pilkada Serentak 2020 Tak Jadi Ditunda

21/09/2020 20:56 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA