Wednesday, 15 Jul 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Soal Observasi WNI di Natuna, Mahfud Minta Masyarakat Natuna Tidak Percaya Hoax

Lukman Salasi - 04/02/2020 12:29

BeritaCenter.COM - Menko Polhukam Mahfud Md meminta masyarakat Natuna tidak mudah percaya terhadap kabar hoax terkait WNI dari Wuhan, China yang tengah diobservasi di Natuna.

Mahfud berharap warga Natuna bisa memastikan kebenaran informasi yang didapatnya. Ini bisa dilakukan dengan mengecek informasi ke posko-posko yang dijadikan pusat informasi oleh pememerintah pusat.

"Diharapkan masyarakat pemerintah dan tokoh-tokoh pemuda di Natuna supaya sering mengecek informasi ke pusat," kata Mahfud di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020).

"Kita punya posko-posko dan sebagainya untuk tidak percaya pada berita hoax yang biasanya memprovokasi, mengadu domba, dan mendramatisir masalah. Sebenarnya tidak ada apa-apa," lanjut dia.

Akibat hoax, kata Mahfud, pemerintah daerah dan masyarakat Natuna dengan pemerintah pusat bisa terjadi kesalahpahaman.

"Timbul kesalahpahaman karena komunikasi dengan pemerintah daerah dan rakyat Natuna agak terlambat dan itu supaya Anda maklumi karena bisa diikuti dari semua media massa bahwa perkembangan hanya berlangsung dari menit ke menit, sehingga kita melakukan tindakan cepat," kata Mahfud.

Mahfud kemudian kembali menjelaskan kenapa Natuna dipilih sebagai lokasi observasi WNI. Menurutnya, hal tersebut karena Natuna dianggap sebagai tempat yang paling aman dan mudah dijangkau karena dekat dengan instalasi militer.

"Memang terjadi semacam, bukan miskomunikasi ya, tetapi keterlambatan informasi, karena perkembangan berlangsung begitu cepat sehingga pemerintah begitu mendapat green light (lampu hijau) untuk memulangkan saudara-saudara kita, WNI dari Wuhan, RRT, itu langsung bekerja cepat dan memutuskan mengambil tempat di Natuna yang dianggap tempat paling mudah, paling aman, dan dekat dengan instalasi militer untuk dilakukan sesuatu dengan cepat," katanya.

Mahfud juga menegaskan, pemerintah akan menjamin bahwa penanganan WNI di Natuna tidak akan membahayakan masyarakat setempat. Pemerintah, kata dia, akan menangani masalah tersebut secara cermat dan akan terus dikomunikasikan dengan masyarakat setempat.

"Bahkan disamping menjamin secara resmi Bapak Menteri Kesehatan (Terawan Agus Putranto) tadi mengatakan menjaminkan badannya itu, menjaminkan badannya untuk bertindak lebih dulu dibandingkan dengan yang lain. Misalnya dalam menghadapi risiko-risiko itu jadi lebih tinggi daripada sekadar menjamin," pungkasnya.




Berita Lainnya

Ekspor Benur Ciptakan Banyak Lapangan Kerja

13/07/2020 15:20 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA