Monday, 02 Aug 2021
Temukan Kami di :
News

Terancam Bui Usai Hina Risma Gegara Anies di Bully, Zikria: 'Saya Mohon Maaf Bunda'

Saya tidak kenal dengan Ibu Risma. Saya mohon maaf bunda. Saya mohon maaf. Tolong maafkan saya atas kelakuan apa yang saya sudah perbuat

Aisyah Isyana - 04/02/2020 10:41

Beritacenter.COM - Ibu rumah tangga asal Bogor yang melakukan penghinaan terhadap Wali Kota Surabaya, Tri Rismahararini, yakni Zikria, menghaturkan permohonan maaf dihadapan awak media. Dia berkali-kali meminta maaf dan mengaku sangat menyesali perbuatannya.

Dengan muka ditutupi masker dan baju tahanan, wanita 43 tahun itu hanya dapat tertunduk lesu saat dihadapkan kepada awak media. Mengaku menyesal, Zikria menyebut dirinya sama sekali tak ada niat untuk menghina Wali Kota Risma.

Baca juga : Hina Risma "KODOK BETINA" Pemilik Akun Ini "Nangis BomBay" Saat Ditangkap Polisi

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya selaku Zikria sangat.. sangat.. sangat.. menyesali apa yang telah saya lakukan ini. Karena pada dasarnya saya tidak punya berniat untuk menghina Bunda Risma," ungkap Zikria saat dihadapkan didepan media di Polrestabes Surabaya, Senin (3/2/2020).

Zikria mengaku yang menjadi pemicu dirinya melakukan penghiniaan adalah pengguna dunia maya. "Hanya karena dunia maya lah yang membuat saya terpicu. Penghinaan satu sama lain yang dituju pada saya bermain di media sosial itu," jelasnya.

"Saya tidak kenal dengan Ibu Risma. Saya mohon maaf bunda. Saya mohon maaf. Tolong maafkan saya atas kelakuan apa yang saya sudah perbuat," pungkas Zikria.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menyebut motif yang melatari Zikria melakukan penghinaan terhadap Risma adalah sakit hati. Zikria disebut sakit hati lantaran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kerap dibully dan dibanding-bandingkan dengan Wali Kota Risma.

"Motifnya pelaku sakit hari karena Anies (Gubernur DKI Jakarta) sering di-bully," ujar Sudamiran.

Meski Zikria bukan warga Jakarta, dia mengaku kerap sakit hati jika mendapati Gubernur Anies dibully di media sosial. Alhasil, Zikria yang tercatat sebagai warga Bogor ini melampiaskan kekesalannya di media sosial.

"Dari Bogor, sakit hatinya karena (Anies) sering dibully banjir," terang Sudamiran.

Zikria yang sempat memposting dua kali ujaran penghinaan terhadap Wali Kota Risma, kemudian menonaktifkan akun Facebooknya. Dia mengaku menutup akunnya lantaran kerap di-bully dan anaknya juga diteror.

"Saya cuma ibu rumah tangga biasa sampai saya ketakutan. Anak anak saya diteror, anak-anak saya diancam, saya sendiri di-bully," kata Zikria.

Setelah menutup akunnya, Zikria juga berupaya menghapus jejak dengan mereset HP dan memotong-motong dan membuang SIM cardnya. Namun, Zikria tidak membuang dua HP yang sempat digunakan untuk mengakses akun Facebooknya. Polisi mengamankan dua HP itu sebagai barang bukti dalam kasus tersebut.

"Untuk SIM card-nya telah dipotong dan dibuang. Tapi kami menyita dua buah handphone miliknya," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, Zikria terancam pasal berlapis yakni, Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU RI nomor 19 tahun 2016. Ancaman kedua pasal ITE itu masing-masing hukumannya adalah 6 tahun dan 4 tahun penjara.

Selain itu, Zikria juga dikenakan Pasal 310 KUHP ayat (1) dan (2) tentang pencemaran nama baik. Ancamannya yakni penjara 1 tahun 4 bulan atau 9 bulan penjara.

"Saat ini tersangka sedang diperiksa untuk melengkapi lidik atau alat bukti yang lain yang segera akan dilimpahkan ke pengadilan untuk memberi kepastian hukum," tandas Sandi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA