Tuesday, 02 Jun 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Edan! Politisi PKS Sebut Ganja Tak Bahaya dan Usul Diekspor

Lukman Salasi - 31/01/2020 14:50

BeritaCenter.COM – Politisi Partai Keadilan Sosial (PKS), Rafli, mengusulkan kepada pemerintah agar ganja bisa menjadi komoditas ekspor. Anggota Komisi VI DPR dari daerah asal pemilihan Aceh itu menilai ganja mudah tumbuh dan banyak di Aceh.

"Misalnya, ganja ini. Entah untuk kebutuhan farmasi atau apa aja jangan kaku lah kita harus dinamis. Ganja ini tumbuhnya mudah di Aceh. Saya rasa ini ganja harus jadi komoditas ekspor bagus," kata Rafli saat rapat kerja dengan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto membahas perjanjian dagang ASEAN dengan Jepang di Komisi VI DPR, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

"Saya nanti siapkan lahannya segala macam," lanjut Rafli.

Rafli menambahkan ganja tidak berbahaya. Dia menyebut lebih bahaya orang yang menggunakan sabu-sabu dibanding pengguna ganja.

"Jadi ganja ini sudah konspirasi global. Dibuat ganja no 1 bahayanya, padahal paling sewot orang itu bukan yang pakai ganja. Pake sabu-sabu bunuh neneknya, segala macam," tegas Rafli.

Menanggapi pernyataan Rafli, Waketum PPP Arwani Thomafi menilai usulan itu konyol tidak dapat dibenarkan dari sisi manapun.

"Gagasan tersebut tentu sangat offside. Apapun motif dan tujuan ekspor, memperdagangkan objek yang secara nyata dilarang dalam hukum positif kita, merupakan langkah yang konyol," kata Waketum PPP Arwani Thomafi kepada wartawan, Jumat (31/1/2020).

Padahal, kata Arwani, ganja sudah jelas diatur dalam norma hukum positif. Menurutnya, ganja merupakan jenis narkotika golongan I sebagaimana tertuang dalam Permenkes Nomor 50 Tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

"Di Pasal 112 UU No 35/2009 tentang Narkotika juga diatur ancaman bagi siapa saja yang memiliki, menyimpan, menguasai dan menyediakan narkotika golongan I dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun," sebut Arwani.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA