Wednesday, 21 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

Sikat Habis Lintah Darat, 100 Hari Kepemimpinan Jokowi BUMN Terus Bersih-bersih

Indah Pratiwi Budi - 30/01/2020 13:40

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri BUMN Erick Thohir, getol bersih-bersih perusahaan pelat merah dalam 100 hari kepemimpinannya jilid kedua. Kegiatan bersih-bersih itu diawali dari PT Pertamina (Persero).

Kontroversi bergulir ketika nama Basuki Thahaja Purnama alias Ahok masuk dalam bursa calon pejabat di perusahaan minyak dan gas BUMN tersebut. Penolakan demi penolakan mengalir dari serikat pekerja perusahaan, Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) yang khawatir sikap Ahok membawa kegaduhan.

Presiden FSPPB Arie Gumilar bahkan berkilah kegaduhan yang disebabkan oleh Ahok bisa mempengaruhi bisnis dan layanan Pertamina ke depan. Namun, Erick bergeming. Ia tetap menunjuk Ia ingin Ahok menjadi pengawasi internal Pertamina.

Masih lewat tangan Erick, Jokowi juga mengubah struktur organisasi PT Inalum (Persero). Orias Petrus Moedak ditunjuk menjadi Direktur Utama menggantikan Budi Gunadi Sadikin yang hijrah menjadi Wakil Menteri BUMN, sekaligus Wakil Komisaris Utama Pertamina.

Selanjutnya, giliran PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang disikat setelah Ari Askhara, eks dirut perseroan melakukan penyelundupan Harley Davidson dan Brompton dalam perjalanan dinas membawa pulang Airbus dari Toulouse, Prancis, ke Indonesia. Ari dipecat bersama empat direksi lainnya.

Langkah pemerintah kali ini terbilang lebih berani dari sebelumnya. Sebab, Garuda Indonesia juga sempat terbukti memoles laporan keuangan dari yang sebelumnya rugi menjadi untung pada 2019. Namun, posisi direksi saat itu terbilang ‘aman’, mereka hanya dikenakan sanksi administratif berupa pembayaran denda dan revisi laporan keuangan.

Beralih ke BUMN lain, pemerintah menempatkan eks Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah duduk di kursi Komut PT BTN (Persero) Tbk. Selain itu, Pahala Mansury yang sebelumnya menjabat sebagai direktur keuangan Pertamina juga digeser ke kursi Direktur Utama BTN.

Lalu, PT PLN (Persero). Kursi dirut perusahaan setrum BUMN ini sempat kosong dan hanya dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) Sripeni Inten Cahyani. Namun, kini tidak lagi setelah pemerintah menunjuk Zulkifli Zaini, yang sebelumnya pernah menjadi dirut PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Pemerintah juga mengangkat mantan Wakil Ketua KPK Amien Sunaryadi menjadi Komisaris Utama PLN. Pemerintah berharap kedua tokoh itu bisa merealisasikan rasio elektrifikasi sebesar 100 persen di Indonesia hingga menciptakan tarif listrik yang efisien, baik untuk masyarakat maupun industri.

Selanjutnya, pemerintah juga merombak jajaran direksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam. Arie Prabowo Ariotedjo diberhentikan dari jabatannya sebagai dirut dan digantikan oleh Dana Amin.

Pemerintah juga memasukkan nama baru di tubuh komisaris PT PGN (Persero) Tbk atau dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar belum lama ini. Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar diangkat menjadi Komisaris Utama menggantikan IGN Wiratmaja Puja.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA