Saturday, 22 Feb 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Pemuda Jual Orang Utan di Gayo Lues Aceh Ditangkap, 1 Pelaku Lainnya Kabur

Penangkapan kita lakukan pada Rabu, 22 Januari lalu. Satu pelaku dapat kita tangkap sementara satu lagi kabur. Dari tangan pelaku kita menyita seekor orang utan

Aisyah Isyana - 26/01/2020 12:47

Beritacenter.COM - Kepergok menjual seekor orang utan, seorang pemuda berinisial DP (23) di Gayo Lues, Aceh, diamankan petugas. Parahnya, orang utan yang hendak di jual didapati dalam kondisi sangat lemah dan harus dirawat di pusat karantina.

Pengungkapan kasus penjualan satwa dilindungi di Gayoi Lues bermula dari adanya informasi masyarakat. Penangkapan terhadap DP dilakukan Balai Gakkum Wilayah Sumatera, Seksi Wilayah I, Ditjen Gakkum KLHK, setelah bergerak melakukan penyelidikan.

Tim yang telah melacak keberadaan pelaku, langsung melakukan penangkapan. Petugas Gakkum menangkap DP di Jalan Pining-Pasir Putih, tepatnya di Jembatan Pasir Putih, Dusun Aruldeng, Desa Pining, Gayo Lues.

"Penangkapan kita lakukan pada Rabu, 22 Januari lalu. Satu pelaku dapat kita tangkap sementara satu lagi kabur. Dari tangan pelaku kita menyita seekor orang utan," kata Kepala Balai Gakkum Sumatera Eduward Hutapea dalam keterangannya, Minggu (26/1/2020).

Setelah ditangkap, pelaku kemudian digelandang ke Polda Aceh guna melakukan proses pemeriksaan. Tim Balai Gakkum berkoordinasi dengan polisi untuk memproses hukum DP agar dapat diadili di meja hjijau.

Sementara itu, orang utan yang nyaris dijual telah dibawa ke Karantina Orangutan Sumatera, di Batu Mbelin, Sibolangit, Sumatera Utara, untuk mendapat perawatan. Terlebih, kala itu kondisi orang utan sudah sangat lemah dan stres.

"Orang utan adalah satwa yang secara genetika paling mirip dengan manusia dibandingkan dengan satwa lainnya. Orang utan semakin terancam keberadaannya. Saya kira ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melindunginya," jelasnya.

Dia berterima kasih kepada masyarakat yang melaporkan perdagangan satwa dilindungi ke petugas. "Kami mengimbau semua pihak untuk tidak terlibat dalam perburuan dan perdagangan satwa dilindungi, seperti orang utan yang populasinya semakin menurun," sebutnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA