Sunday, 20 Sep 2020
Temukan Kami di :
Opini

Pemindahan Ibu Kota Negara Wujudkan Kemajuan Bangsa

Indah Pratiwi Budi - 25/01/2020 16:00

Pemerintah terus mempercepat pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Pemindahan Ibu Kota Negara diyakini mampu meningkatkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan guna menunjang kemajuan bangsa.

Dengan beratnya beban Jakarta dan pertimbangan lainnya, Presiden RI Joko Widodo tetap mantap pada pilihannya untuk memindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan tepatnya di Kalimantan Timur.

Jokowi menuturkan, pemindahan ibu kota harus dilakukan demi menciptakan pemerataan dan keadilan ekonomi. Karena Indonesia tidak hanya sebatas Jakarta dan Pulau Jawa, tetapi Indonesua adalah seluruh pelosok Tanah Air dari Sabang sampai Merauke.

Nantinya, ibu kota bukan hanya simbol identitas bangsa, melainkan juga representasi kemajuan bangsa.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman (Unmul) Dr Aji Sofyan Effendi, SE.,M.Si mengatakan, pindahnya ibu kota ke Kalimantan Timur akan berdampak kepada seluruh wilayah di Kalimantan lainnya.

Arus perdagangan, investasi, produksi barang dan jasa, arus distribusi, arus konsumsi semua akan terakselerasi. Tentu saja langkah pertama dalam penetapan ibu kota adalah pembangunan infrastrukturr yang begitu massif.

Keberadaan infrastruktur ini tentu akan membuat investasi berdatangan ke Kalimantan Timur dan wilaah Kalimantan pada umumnya. Dengan adanya infrastruktur tentu akan memperkecil apa yang disebut Incremental Capital Output Ratio (ICOR).

Dimana semakin rendah ICOR maka akan membuat biaya produksi, konsumsi dan distribusi barang dan jasa di Kalimantan Timur akan semakin mengecil, artinya iklim investasi lebih kompetitif. Investasi akan berdatangan ke Kalimantan Timur dan wilayah Kalimantan lainnya secara umum.

Aji mencontohkan, apabila Provinsi Kalimantan Timur terpilih menjadi Ibu Kota negara dan Menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi, maka akses investasi, produksi, konsumsi dan distribusi akan tinggi sekali. Sehingga secara otomatis provinsi lain di Kalimantan tetap terakses dan terakselerasi.

Kalimantan Timur diketahui mempunyai 10 Kabupaten / Kota dengan Ibu Kota Samarinda. Selain Samarinda, Balikpapan dikenal sebagai kota yang cukup modern di Kalimantan Timur.

Menanggapi rencana pemindahan Ibu Kota ini tentu kita mesti memahami bahwa pemindahan Ibukota juga dilakukan oleh beberapa negara di dunia termasuk di Asean. Seperti di Myanmar dimana sebelumnya negara tersebut beribukota di Yangon kemudian dipindahkan ke Naypyidaw yang terletak di tengah – tengah Myanmar, hal tersebut memungkinkan Pemerintahan Myanmar dapat mengendalikan daerah – daerah yang jauh secara lebih baik.

Pemindahan Ibu Kota negara dari Jakarta ke Kalimantan menjadi salah satu fokus Presidan Jokowi pada periode keduanya. Percepatan pemindahan Ibu kota diyakini bisa meningkatkan dan memeratakan ekonomi di Indonesia.

Tidak hanya memindahkan ibu kota saja, tetapi persiapan infrastruktur seperti listrik juga tengah disiapkan. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menyusun skema untuk menerangi Ibu Kota Baru yang berada di Kalimantan Timur. Salah satunya, perusahaan plat merah tersebut akan menggunakan smart meter yang terbaik di dunia.

Wakil Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo menuturkan, PLN sudah berkolaborasi dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan pemerintah daerah setempat untuk menggunakan energi kelistrikan yang terbaik.

Selain menggunakan smart meter, pihaknya juga menyiapkan skema energi untuk kendaraan melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Teknologi ini tidak hanya andal tetapi juga menjadi yang terbaik di dunia.

Selain itu pemerintah juga akan bersinergi dengan pemenang desain ibu kota negara. nantinya para pemenang desain akan diajak ke Ibu Kota negara untuk mengecek kondisi tanah maupun topografi ibu kota negara.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan Ibu Kota baru akan dimulai pada kuartal IV 2020. Menurutnya, pembangunan akan dimulai dari infrastruktur dasar.

Meski nantiinya akan ada pembangunan cukup masif di lokasi ibu kota baru tersebut. Basuki memastikan bahwa dirinya tidak akan mengganggu habitat bekantan di Teluk Balikpapan. Oleh karena itu, pihaknya akan membangun jalur khusus untuk konektivitas kendaraan berat pembangunan ibu kota.

Pemerintah juga telah memutuskan desain berkonsep “Nagara Rimba Nusa” sebagai pemenang Sayembara rancang bangun Ibu Kota Negara Baru. Yang mana Arsitek dibalik desain yang sarat dengan sentuhan alam tersebut adalah sofian sibarani dan kawan-kawan urban.

Hal tersebut tentu menjadi bukti bahwa Ibu Kota baru nantinya selain dirancang sebagai pusat administrasi, juga tidak melupakan ekosistem yang ada.

 

Oleh : Titi Sahidah

 pengamat sosial politik




Berita Lainnya

Beda Ahok Beda Jokowi

19/09/2020 18:45 - Indah Pratiwi Budi

BEDA LEVEL SYEIKH ALI JABER DENGAN RIZIEQ SHIHAB

19/09/2020 15:34 - Indah Pratiwi Budi

Ahok "BTP" Bikin Panas Dingin

18/09/2020 20:00 - Indah Pratiwi Budi

KITA JOKOWI

18/09/2020 18:00 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA