Thursday, 24 Sep 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Iming-imingi Korban Gaji Belasan Juta, Kafe Remang Jakut Rekrut PSK lewat Medsos

Aisyah Isyana - 25/01/2020 01:11

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya membongkar praktik prostitusi yang melibatkan wanita ABG di Cafe Khayangan, Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara. Para pelaku pemasok PSK ABG memperdaya korbannya dengan iming-iming gaji Rp15 juta perbulan.

Kepada polisi, salah satu tersangka berinisial F alias Febi menjelaskan caranya menjaring wanita-wanita muda untuik dijadikan PSK di kafe remang tersebut. Pertama, mereka menaruh penawaran iklan di media sosial Facebook.

Baca juga : Polisi Bongkar Praktik Prostitusi di Kafe Remang Jakut, PSK ABG Direkrut dari Medsos

"Saya mencari wanita di media sosial, diiming-imingi dengan kerja sebagai LC (lady companion)," kata Febi saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/1/2020)

Dalam bisnis kafe remang ini, Febi berperan sebagai penyalur wanita-wanita ABG untuk bekerja di kafe sebagai PSK. Febi diketahui sudah bekerja selama 6 bulan menyalurkan wanita di kafe remang tersebut.

"Saya sudah bekerja selama 6 bulan dan sudah membawa 11 orang (wanita calon PSK)," jelas Febi.

Dengan memasang iklan pekerjaan di medsos, Febi mencantumkan gaji Rp15 juta perbulan guna menarik korban. "Saya menawarkan dia bekerja sebagai ladies night. Saya sebutkan pendapatan dia Rp 5-15 juta. Mereka tertarik mungkin karena gaji," kata Febi.

Selain itu, Febi terkadang juga mengirimkan pesan langsung ke pare wanita di medsos untuk bekerja sebagai LC di Cafe Khayangan. Febi lantas akan membuat janji untuk bertemu jika ada wanita yang tertarik. Febi mengaku tak pernah memaksa membawa wanita calon PSK ke mami pemilik kafe. Dia juga mengaku menjelaskan soal pekerjaan di kafe kepada calon PSK.

"Pekerjaannya sudah saya jelasin semua serta gaji. Pekerjaannya menemani tamu minum beserta ML (making love)," papar Febi.

Febi meraup Rp500 ribu hingga Rp 1,5 juta dari mami jika berhasil mendatangkan satu wanita calon PSK ke kafe. Kepada polisi, Febni mengaku sangat menyesal akan perbuatannya. "Penyesalan pasti ada," pungkas Febi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA