Friday, 02 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

Gubernur Banten Prihatin Dengan Nasib Pegawai Honorer Yang Terancam Putus Kontrak

Indah Pratiwi - 24/01/2020 18:35

Beritacenter.COM - Gubernur Banten Wahidin Halim mengaku sangat prihatin dengan nasib ribuan tenaga honorer baik guru dan tenaga pemerintah di wilayah pemerintah daerahnya. Ada sebanyak 6.326 tenaga honorer terancam putus kontrak lantaran kebejikan pemerintah pusat.

"Mereka udah kerja lama terus kita pecat gitu? Ya nggak lah. Massa mereka sudah lama kerja di kita banyak bantu, terus mau kita bunuh? Kan punya anak istri. Kita punya duit untuk gaji ya kita gaji. Kalau perlu kita usulkan PNS, SK nya Kementrian PAN, gajinya saya yang gaji. Masih sanggup kok,"tegas Gubernur Banten di Serang, Kamis(23/1/2020).

BACA JUGA

Sebagai Gubernur, dirinya tidak akan diam dan akan membela kepentingan pegawai honorernya. Melihat postur APBD Banten, ia akan mengalokasikan untuk belanja pegawai sangat ideal untuk bisa menggaji para tenaga honorer tersebut.

"Tapi harus dikatakan APBD kita cuma 18 persen yang dialokasikan untuk belanja pegawai. Jauh lebih rendah dibandingkan daerah-daerah lainnya. Keren kan? dimana-mana 40 sampai 50 persen. Struktur APBD kita itu tinggi untuk pembangunannya. Jadi kalau nanti 6.000 honorer itu harus kita gaji sebagai PNS, kita masih sanggup paling 20-25 persen jadinya. Masih sangat bagus struktur APBD kita,"ujar Gubernur Wahidin.

Terlepas dari rencana itu, Pemprov Banten telah menghitung dan mengkajinya untuk melihat permasalahan-permasalahan yang dialami para tenaga honorer di wilayah pemerintahannya. Gubernur juga mengatakan, para tenaga honorer sudah lama mengabdi dengan pemerintahan daerah dan membutuhkan nafkah untuk menghidupi keluarga mereka.

"Jadi masih dibutuhkan, disamping kebutuhan juga karena alasan kemanusiaan,"tegas Gubernur.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA