Thursday, 29 Oct 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Terancam Dipecat, Seluruh Honorer Indonesia Sangat Kecewa Dengan Pemerintah

Indah Pratiwi - 24/01/2020 11:15

Beritacenter.COM - Kebijakan penghapusan tenaga honorer di seluruh jajaran instansi pemerintah pusat dan daerah membuat seluruh tenaga honorer cemas lantaran dibayangi ketidakpastian kerja. Saat ini jumlah tenaga honorer yang ada di pusat dan daerah mencapai sekitar 300 ribu orang.

Seorang guru di Sekolah Dasar Negeri Lengkong Kecil, Bandung, Adam Asshidiqi mengaku merasa cemas. Dia berusia 34 tahun itu menjadi tenaga honorer selama lima belas tahun yang sampai saat ini belum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

BACA JUGA

Dia mengawali karirnya menjadi guru karena ingin berbakti kepada negara dan bangsa, meskipun hingga kini belum mendapat kepastian kapan akan diangkat menjadi PNS.

"Menjadi guru itu pekerjaan yang mulia walaupun seringkali dipandang rendah daripada jabatan yang lain, seseorang itu berdiri karena ada jasa guru di belakangnya," ucap Adam dalam sambungan telepon.

Ia mengaku sudah mengikuti tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) baik di tingkat kota maupun kabupaten. Namun usahanya belum membuahkan hasil untuk mendapatkan status PNS.

Dia hanya memiliki waktu satu tahun batas usia maksimal menjadi PNS 35 tahun. Meski demikian, Adam tetap berusaha mewujudkan mimpinya itu.

"Selama masih memenuhi syarat, pasti berjuang dulu untuk PNS. Kalau sudah lewat baru ikut PPPK, itu pun jika isi perjanjian kerjanya jelas dan dapat dimengerti atau sesuai harapan," kata Adam.

Selain Adam, ada Yandi tenaga honorer di Komisi Yudisial juga khawatir kehilangan pekerjaannya lantaran pemerintah berencana menghapus tenaga honorer. Dia sudah tujuh tahun mengabdikan diri sebagai tenaga honorer dengan harapan diangkat menjadi PNS.

Dia bersama teman-temannya yang senasib sesama honorer mengaku sangat kecewa dengan pemerintah. Alasannya, tidak memberikan solusi yang jelas bagi pegawai honorer. Yandi juga tidak bisa menggunakan jalur seleksi CPNS karena usianya sudah lebih dari 35 tahun.

"Kalau memang tidak bisa menjadi PNS, ya sudah tidak apa-apa diangkat menjadi PPPK, kalau sudah diangkat menjadi PPPK setidaknya kita bisa tenang tiap menghadapi awal tahun," ujarnya saat dihubungi via telepon.

Yandi bersama istrinya mengaku tidak siap lantaran sama-sama honorer yang akan diputus kontrak.

"Sudah pasti akan kehilangan pendapatan. Biaya hidup keluarga dan biaya anak sekolah bakal bikin pusing 7 keliling," kata Yandi.

 




Berita Lainnya

PBB Juga Kecam Penerbitan Kartun Nabi Muhammad

29/10/2020 12:38 - Lukman Salasi

Sejarah : Orang Yang Mengusulkan Nama Gelora Bung Karno

29/10/2020 09:50 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA