Monday, 24 Feb 2020
Temukan Kami di :
Kesehatan

WHO Bantah Wabah Virus Korona Jadi Darurat Global

Anas Baidowi - 24/01/2020 10:21

Beritacenter.COM - WHO menegaskan terlalu dini menetapkan wabah virus novel korona dikatakan sebagai darurat kesehatan internasional. Menurut Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, epidemi novel korona merupakan krisis di China dan belum menjadi darurat kesehatan global.

Namun kata Tedros, keputusan WHO tidak mendeklarasikan keadaan darurat global jangan dinilai WHO tidak menganggap situasinya serius atau kami tidak menanggapi serius.

"WHO mengikuti wabah ini setiap menit setiap hari," kata Tedros, dikutip dari AP, Jumat (24/1/2020).

Organisasis Kesehatan Dunia mengeluarkan pernyataan itu setelah China mengisolasi tiga kota di Provinsi Hubei demi mencegah penyebaran virus Korona baru yang mematikan. Kata Tedros, peran WHO adalah memberikan rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan.

"Pada akhirnya, negara berdaulat memiliki otonomi untuk melakukan apa yang dianggapnya benar," tuturnya. Namun, WHO berharap tindakan yang diambil China durasinya akan singkat.

Baca Juga: Viral Video Wanita Pemangsa Kelelawar Dikaitkan Dengan Virus Corona

Sementara bandara di banyak kota besar di seluruh dunia telah melakukan pemeriksaan kesehatan untuk kedatangan penumpang dari China, Tedros mengatakan bahwa untuk saat ini, WHO tidak merekomendasikan pembatasan yang lebih luas pada perjalanan atau perdagangan. WHO mengambil keputusan tersebut setelah para ahli independen menghabiskan waktu dua hari menilai informasi tentang penyebaran virus korona yang baru diidentifikasi.

"Masih terlalu dini untuk menganggap ini sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional," ujar ketua komite penasihat darurat WHO, Didier Houssin, mencatat bahwa tim panel terpecah hampir 50-50.

WHO mendefinisikan situasi darurat kesehatan global sebagai peristiwa luar biasa bahwa penyakit tersebut juga berisiko bagi negara lain dan membutuhkan respons internasional yang terkoordinasi. Keadaan darurat global sebelumnya telah dinyatakan untuk krisis termasuk kemunculan virus Zika di Amerika, pandemi flu babi, dan polio.

Deklarasi darurat global biasanya membutuhkan dana dan sumber daya yang besar, tetapi juga dapat mendorong negara-negara untuk membatasi perjalanan dan perdagangan ke negara yang terkena dampak. Oleh karena itu, memutuskan apakah suatu wabah merupakan krisis internasional juga dapat dipenuhi secara politis.

Baca Juga: Benarkan Soda Susu Bisa Bersihkan Paru-paru Perokok? Ini Penjelasannya..

Selama konferensi pers di Jenews, Houssin menyebut pandangan China terkait wabah virus Wuhan adalah faktor dalam keputusan yang diambil.

"Persepsi deklarasi ini oleh komunitas internasional, di negara yang paling terkena dampak, oleh orang-orang yang berjuang dengan virus, tentu harus dipertimbangkan," ujarnya.

Ratusan orang yang terinfeksi virus baru itu di China, dan 17 lainnya meninggal. Kasus pertama dari penyakit ini muncul bulan lalu di Wuhan, sebuah pusat industri dan transportasi di China tengah. Kasus-kasus lain telah dilaporkan di Amerika Serikat (AS), Jepang, Korea Selatan (Korsel), dan Thailand. Singapura, Vietnam, dan Hong Kong melaporkan kasus pertama mereka pada hari Kamis.




Berita Lainnya

Serangan Jantung Usia Muda, Ini Penyebabnya

22/02/2020 08:59 - Anas Baidowi

Inilah 5 Kebiasaan Buruk di Pagi Hari

22/02/2020 08:40 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA