Wednesday, 08 Jul 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Tebarkan Ujaran Kebencian, Pendukung Anies Dilaporkan Ke Polisi

Indah Pratiwi Budi - 21/01/2020 20:30

Beritacenter.COM - Pendukung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dilaporkan ke polisi karena dianggap membawa spanduk ujaran kebencian. Seorang pendukung Anies Baswedan yang berinisial AH, dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

AH dianggap membawa spanduk ujaran kebencian yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat unjuk rasa di depan Balai Kota, Jumat (8/11/2020).

Laporan tersebut didaftarkan dengan Nomor LP/330/I/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ. Tim kuasa hukum kontra Anies, Suhadi, menyampaikan bahwa pihaknya ingin melaporkan terkait adanya dugaan makar dari pendukung Anies Baswedan.

Ia menganggap, pendukung Anies Baswedan itu menyatakan akan menurunkan Presiden Jokowi.

“Jadi yang mau kami laporkan itu berkaitan dengan rencana makar, dengan menyatakan akan menurunkan Presiden dan lain sebagainya,” kata Suhadi di Mapolda Metro Jaya, Jumat (17/1/2020), melansir dari Kompas.com.

Suhadi menilai, konteks dari AH itu tak sesuai dengan tujuan dari unjuk rasa yang digelar di depan Balai Kota DKI Jakarta itu.

Padahal, ini kan konteksnya berbeda, kemarin kami demo di Balai Kota, tidak ada urusannya dengan masalah Presiden,” kata Suhadi.

Ia menambahkan, pihaknya telah memberikan sejumlah barang bukti untuk menguatkan laporannya.

Pihak kontra Anies Baswedan tersebut, mengaku mempunyai foto-foto aksi, hingga tangkapan layar status media sosial pendukung Gubernur DKI Jakarta itu.

“Kami sudah kasih bukti foto, flashdisk, dan kliping-kliping orang yang ada di sini,” kata Suhadi.

Selain melaporkan AH, Suhadi juga melaporkan pendukung Anies Baswedan yang lain.

“Ada beberapa ibu-ibu dalam satu kelompok, katanya massa (pendukung Anies Baswedan) ini massa yang dimobilisasi. Saya tidak bisa memberikan komen sebelum ada penyidikan,” tambahnya.

Menurutnya, laporan yang telah ia adukan tersebut dapat dijadikan evaluasi dalam masyarakat.

“Iya ini langkah awal, kami akan mendorong, bukan kami diamkan perkara ini. Kami akan mendorong supaya ini diproses.”

“Tujuannya agar tidak ada unsur sentimen kepada siapa pun juga. Saya tadi mengatakan kita sebagai anak bangsa hormati dong lembaga negara itu, jangan dibawa-bawa,” jelas Suhadi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA