Thursday, 16 Jul 2020
Temukan Kami di :
Ekonomi

Melihat Perkembangan di Pasaran, Bisnis Emas Semakin Banyak Peminat...

Lebih lanjut Sandra juga menyebutkan jika melihat analisis permintaan (demand) dan penawaran (supply) emas di Indonesia, dirinya meyakini prospek usaha industri emas akan semakin besar.

Sari Intan Putri - 20/01/2020 07:55

Beritacenter.COM - Arus 'safe haven', diduga kuat akan memberikan manfaat untuk harga emas yang tetap stabil dan terus menguat dalam kurun waktu enam tahun terakhir.

"Memasuki 2020, menurut analis harga emas diperkirakan bakal meningkat, didorong permintaan dari investor ritel. Dorongan berikutnya pada harga emas akan datang dari investor ritel," kata Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk Sandra Sunanto.

Lebih lanjut Sandra juga menyebutkan jika melihat analisis permintaan (demand) dan penawaran (supply) emas di Indonesia, dirinya meyakini prospek usaha industri emas akan semakin besar.

Selain itu, Sandra juga mengatakan bahwa tren peningkatan harga emas yang disebabkan karena preferensi investor untuk memegang komoditas safe haven dan volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor pemicu prospek dan keberlangsungan usaha dalam industri emas, secara khusus bagi perusahaan.

"Tingkat supply dan demand yang tinggi memberikan kesempatan prospek bisnis yang baik bagi industri emas," tambah dia.

Mengacu hal tersebut, produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi berkode saham HRTA di Bursa Efek Indonesia itu terus memperkuat posisinya di pasar perhiasan emas nasional. Perseroan merampungkan pembukaan sejumlah total delapan outlet gadai emas di Jawa Barat.

"Hartadinata juga telah meningkatkan jumlah toko sendiri, yaitu ACC hingga saat ini secara nasional mencapai 50 unit. Ke depan toko emas ACC ditargetkan bertambah hingga mencapai total 100 toko di 2020," ujarnya.

Dia menambahkan pembukaan outlet-outlet tersebut menunjang salah satu strategi Hartadinata dalam memperkuat kinerja perusahaan dengan memperkuat integrasi vertikal perusahaan dan memperluas penetrasi pasar Hartadinata di Indonesia.

Jaringan gadai Hartadinata di bawah merek PT Gadai Cahaya Abadi (GCDA) yang sudah berizin OJK di provinsi Jawa Barat direncanakan bertambah dari saat ini delapan outlet menjadi 15 outlet. Sementara perluasan lebih lanjut, direncanakan di provinsi NTT 10 outlet, NTB 10 outlet, dan Jawa Timur 30 outlet dengan merek Gadai Terang Abadi Mulia (GTAM) yang saat ini sedang menunggu proses izin OJK.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA