Tuesday, 25 Feb 2020
Temukan Kami di :
News

PT SMA Bantah Tudingan PHK Sepihak Puluhan Karyawan

Anas Baidowi - 19/01/2020 21:05

Beritacenter.COM - PT Sentra Misnan Abadi (SMA) dituding telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak kepada 16 karyawannya yang bertugas sebagai security.

Pihak PT SMA membantah tudingan tersebut, menurutnya itu hanya pergantian tugas bukan PHK.

Direktur PT SMA, Tatang menjelaskan, kabar PHK sepihak yang dilakukan PT SMA tidak benar, itu hanya pergantian.

"Tidak benar tentang PHK sepihak, yang terjadi adalah pergantian petugas satpam yang semula bertugas di PT CPI di rolling ke tempat lain," katanya, Minggu (19/1/2020).

Tatang mengatakan, pergantian itu sudah sesuai dengan prosedur, sesuai dengan mekanisme yg berlaku di internal PT SMA.

"Pada tanggal 8 januari 2020 kami sudah membuat surat panggilan kepada anggota Satpam yang akan di rolling, namun yang memenuhi panggilan hanya 4 orang. Pada tanggal 16 Januari 2020 kami membuat surat undangan untuk anggota Satpam tersebut namun tidak ada satupun yg hadir," katanya.

PT SMA kembali membuat undangan pada tanggal 17 Januari 2020, ada beberapa satpam yang mau hadir namun didampingi oleh advokat dari LBH.

"karena ini adalah rapat internal maka advokat tersebut tidak saya ijinkan untuk mengikuti jalannya rapat. Hasilnya adalah 3 anggota Satpam sudah menandatangani surat kesanggupan untuk rolling, sedangkan Satpam lainnya tetap tidak mau untuk dirolling padahal PT SMA sebagai BUJP sudah memperoleh surat permintaan dari PT CPI tentang pergantian petugas Satpam tersebut," jelas Tatang.

Terkait anggota kepolisian berinisial HRS yang dituding melakukan pengusiran kepada advokad, kata Tatang itu juga tidak benar.

"Tentang beking anggota Polri, ini juga tidak benar. Pak HRS adalah saudara dari Ibu Misnan komisaris PT SMA. Pak HRS dimintai tolong oleh ibu Misnan karena tempat tinggalnya yang dekat dengan lokasi kantor PT SMA dan pak HRS ini sering membantu PT SMA untuk melakukan pembinaan fisik terhadap anggota Satpam PT SMA," tegasnya.

Dia menilai, kehadiran anggota Polri tersebut sudah sesuai dengan tugas pokoknya yaitu sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

"Masyarakat disini adalah anggota Satpam itu sendiri dan manajemen PT SMA. Kehadiran pak HRS justru membantu lancarnya kegiatan tersebut," tuturnya.

Kepada beritacenter, Tatang menyampaikan bahwa PT SMA masih memberi peluang bagi anggota Satpam lainnya untuk dirolling ke tempat lain, namun apabila anggota Satpam tersebut tetap tidak mau dirolling di tempat lain, maka PT SMA akan mengganti anggota Satpam tersebut dengan anggota Satpam lain karena permintaan dari PT CPI adalah mengganti keseluruhan anggota Satpam dan diganti dengan anggota Satpam yang baru.

Untuk diketahui, PT SMA merupakan perusahaan penyedia jasa pekerja yang mempekerjakan karyawanya di PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI).




Berita Lainnya

#BANJIR JL. Soepomo Padat Merayap

25/02/2020 09:27 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA