Monday, 24 Feb 2020
Temukan Kami di :
News

Polisi Ditabrak Saat Bertugas, Kompolnas: Bukan Hanya Pelanggaran Lalu Lintas, Patut Diduga kejahatan

Anas Baidowi - 19/01/2020 16:51 Anggota Kompolnas, Andrea H Poeloengan

Beritacenter.COM - Kompolnas menyampaikan duka dan prihatin atas musibah yang menimpa anggota Polri bernama Briptu Gugur Ebenezer, bersama dua rekanya saat melakukan pengamanan antisipasi balapan liar di Jalan Gerbang Pemuda, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (18/1) dini hari.

"Memang merupakan resiko dalam bertugas, kadang nyawa menjadi taruhan, untuk itu saya berharap pimpinannya memberikan perhatian khusus agar yang bersangkutan dapat pulih kembali," kata Anggota Kompolnas, Andrea H Poeloengan, Minggu (19/1/2020).

Menurutnya pimpinan Polri tidak ada salahnya jika korban diberikan reward, dan pelaku tidak cukup ditindak dengan pelanggaran UU Lalu Lintas dalam peristiwa tersebut.

"Perlu di cek apakah mengkonsumsi minuman keras atau Narkoba. Dalam hal ini Satuan fungsi Narkoba perlu ikut turun tangan," tutur Andrea.

Selain itu, kata Andrea, satuan fungsi Kriminal Umum juga perlu mengungkap jaringan balap liar tersebut, karena pasti mengganggu ketertiban umum.

Dalam kasus ini, kata Andrea, perbuatan pelaku patut diduga memenuhi unsur pada Pasal 212 KUHP yang berbunyi:

"Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah," katanya.

Kemudian dengan adanya korban aparat luka luka, maka pelaku juga patut diduga melawan hukum sebagaimana Pasal 351 ayat (1) KUHP bahwa Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Tetapi Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun sebagaimana di atur dalam Pasal 351 ayat (2) KUHP.

Akan tetapi, jika membaca berita tersebut, bahwa pelaku sempat berhenti kemudian ketika hendak diperiksa petugas iya sengaja merencanakan kabur dengan tancap gas padahal ada petugas didekatnya maka, dapat juga diancam dengan Pasal 353 ayat (1) KUHP bahwa Penganiayaan dengan rencana lebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. Atau Jika perbuatan itu mengakibatka luka-luka berat, yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun, sebagaimana pasal 353 ayat (2) KUHP.

"Saya kembali menegaskan bahwa kasus ini tidak hanya pelanggaran lalu lintas tapi patut diduga kuat juga kejahatan sebagaimana dijelaskan di atas," tegasnya.

Diapun berharap, para penegak hukum tidak jera dan lengah hingga akhirnya dapat melimpahkan kasus ini kepada Jaksa untuk dilakukan penuntutan.

Sebelumnya, Briptu Gugur Ebenezer bersama dua rekannya hendak melakukan pengamanan antisipasi balap liar di Jalan Gerbang Pemuda, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kemudian, korban berpapasan dengan pengendara mobil Honda Jazz dengan nomor polisi B-1720-UFG. Saat itu, lampu mobil yang dikendarai oleh pelaku bernama Ade Permata Putra (26) tidak menyala. Selain itu, pelat nomor pada bagian depan mobil tidak ada. Korban pun memberhentikan pelaku.

Pelaku sempat memberhentikan mobil, saat hendak dilakukan pemeriksaan, tiba-tiba mobil tancap gas dan menabrak korban.

Atas peristiwa itu, korban mengalami luka-luka di pipi kiri, tangan kiri, kaki kiri dan kanan.

Pelaku melarikan diri, tapi korban dan para saksi berhasil mencatat pelat nomor mobil pelaku yang berada pada bagian belakang mobil sehingga pelaku berhasil ditangkap di Tangerang Selatan, Banten.

 

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA