Sunday, 20 Sep 2020
Temukan Kami di :
Opini

Media Di Pusaran KPK

Indah Pratiwi Budi - 15/01/2020 22:44 Oleh : Arif B Santoso

KPK baru sudah mendapatkan hantaman. Ada 2 kubu yang melakukan tekanan pada KPK dan Dewas, yang pertama adalah LSM ICW dan kedua dari Tempo dan Harian Kompas.

Saya gak akan bahas soal ICW, gak punya pengalaman di LSM berbayar adalah salah satu alasan.

Yang saya ulas di sini adalah bagaimana Tempo dan Harian Kompas melakukan framming seolah Dewan Pengawas KPK menjadi penghambat gerakan KPK di bawah kepemimpinan jenderal Firli.

Tempo, dengan gaya jurnalisme investigasinya menjadikan Sekjen PDIP sebagai Batu Penanda. Disebut ada upaya penangkapan Hasto sebelum Rakernas PDIP di Kompleks PTIK.

Seperti biasa, Tempo seakan memiliki informasi orang dalam soal ini. Bahkan terkesan mereka sudah membaca BAP komisioner KPU, Wahyu Setiawan..

Sementara Harian Kompas melakukan framming keji dengan menyebut bahwa Dewas lah yang menghambat ijin penggeledahan di Markas PDIP, sehingga menurut Kompas, penggeledahan baru bisa dilakukan minggu ini.

Orang beriman menyebut ini adalah ujian bagi Pemimpin KPK dan Dewas. Sementara saya menyebut sebagai upaya penjegalan dan Trial by the Press.

Media, bekerja membangun opini seolah KPK tak sesakti dulu. Lalu dikaitkan dengan PDIP beserta kepentingan partai itu.

Baiklah, Saya tertarik dengan pola investigasi Tempo. Cerita lama yang terulang lagi.

Tampaknya masih ada ember bocor di KPK, bukan orang baru. Orang lama juga yang enggan keluar karena memang ditanamkan di sana oleh kepentingan kekuasaan politik.
Siapa? Bukan di tulisan ini tempatnya.

Lalu, apa efeknya bagi KPK dan Dewas?
Bagus sekali.
Internal KPK beserta Dewas akan dengan mudah menghantam curut tersebut.

Dan mungkin, kali ini tempo tak akan bisa berlindung di balik UU Pers.

_____
Disclaimer:
1. Saya bukan pendukung atau pemilih PDIP atau partai manapun.
2. Saya cukup paham tentang jurnalisme investigasi.
3. Dan saya bukan pendukung Perppu KPK.

Sengaja saya tidak tampilkan skrinsut berita atau link di tulisan ini.

Sumber : Status Facebook Arif B Santoso




Berita Lainnya

Beda Ahok Beda Jokowi

19/09/2020 18:45 - Indah Pratiwi Budi

BEDA LEVEL SYEIKH ALI JABER DENGAN RIZIEQ SHIHAB

19/09/2020 15:34 - Indah Pratiwi Budi

Ahok "BTP" Bikin Panas Dingin

18/09/2020 20:00 - Indah Pratiwi Budi

KITA JOKOWI

18/09/2020 18:00 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA